Udara kian dingin. Aku bersin berulang kali. Hujan semakin deras saat kami menuju hotel Swiss-bel Ambon, bersama mobil jemputan yang disediakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maluku. Sebelum tiba di hotel mobil berhenti di jalan Lampu Lima, tepat di depan warung makan Coto Zacky Utama.


Wah, asyik! Aku segera memesan Coto daging tanpa nasi. Pramusaji langsung sat-set, sat-set! Nggak lama Coto datang. Kuah santannya mengepulkan asap. Wangi bawang goreng yang ditaburkan di atasnya membuat aromanya terasa semakin sedap.

Aku langsung mengambil sepasang sendok dan garpu. Jeruk nipis saya peras dengan kuat. Kerupuk, telur asin dan buras juga kuambil. Kumasukkan menjadi satu ke dalam mangkuk Coto.


Aku mulai melahapnya. Ah, segar sekali rasanya. Nyesss! Kuah Coto masuk ke tenggorokan, menghangatkan tubuhku. Aku memamah dagingnya. Uh, lembut sekali. Tanpa perlu tenaga yang kuat, dagingnya hancur kukunyah. Rasa gurih santan, asam jeruk nipis, dan pedas sambal membuat badanku seketika menjadi lebih segar. Coto Zacky Utama berhasil mengusir rasa dingin yang sedari tadi menghinggapiku. Aku tak lagi bersin-bersin.

Tidak sampai lima menit, satu manggkuk Coto ditambah buras kuhabiskan tak tersisa. Sarapan pagi yang luar biasa di Maluku kututup dengan denting garpu dan sendok yang beradu bersama mangkuk. Ah, Coto Zacky Utama telah menggoyang lidahku. Anda, jika datang ke Maluku juga perlu mencobanya! Rasakan sensasi gurih santan, dan lembut daging sapinya!


Saking nikmatnya aku lupa menanyakan harga seporsi Coto tadi. Sarapan kali ini ditraktir oleh Pak Ronald, Kepala Bidang di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maluku. Terima kasih, sarapan yang sungguh-sungguh nyesss!
Satu minggu kedepan, 18 – 24 Juli 2022 kami, bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipanakan Maluku akan mengampanyekan membaca dan menulis di Maluku. Oh iya, pejalan kali ini Duta Baca Indonesia ditemani dua asisten, aku dan Djoe Taufik. Dia juga merasakan hal yang sama tentang Coto Zacky Utama. Lezat dan lembut!


