Yaya dan aku segera menyiapkan barang yang perlu dibawa seperti baju ganti, jaket, kaos kaki, sarung tangan, logistik, senter dan lain-lain. Kami tidak membawa tenda karena rencana kami tektok dan tidak berkemah di gunung. Kami juga sedikit melakukan latihan fisik seperti jogging, skipping, dan jalan santai agar tidak kaget saat mendaki nanti.
Malam pun tiba, aku dan Yaya sudah bersiap menuju Gunung Ungaran. Setelah mengecek semua barang bawaan dan dirasa lengkap, kami segera berangkat tepat setelah sholat magrib. Suasana jalanan saat itu ramai lancar.
Setelah kurang lebih satu jam, kami telah sampai di Kota Magelang. Kami berhenti sebentar di pom bensin yang berada di Magelang untuk beristirahat dan melaksanakan solat isya terlebih dahulu. Setelah selesai, kami melanjutkan perjalanan menuju Gunung Ungaran melewati Secang, Temanggung, dan sampai ke Gunung Ungaran di Kabupaten Semarang.
Namun apes menimpa kami. Kami kehabisan bensin dan alhasil motor mogok saat berada di Temanggung. Indikator bensin di motor itu memang sedikit error sehingga aku tidak dapat mendeteksi dengan jelas apakah bensin masih banyak atau tinggal sedikit. Yaya segera menepikan motor ke pinggir jalan. Jam saat itu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Tempat motor kami mogok benar-benar sepi. Kendaraan seperti motor dan mobil tidak banyak lewat jalan di sana, hanya truk-truk muatan yang melintas di jalan itu.
Aku mengecek maps untuk mencari pom bensin terdekat dari tempat kami mogok. Setelah aku cek, pom bensin terdekat harus menempuh jarak 2 kilometer. Kami pun memutuskan untuk menuntun motor untuk menuju pom bensin. Saat kami ingin menuntun motor, datang lah seorang ibu menanyakan apa yang terjadi dengan kami.
Yaya yang menjawab pertanyaan tersebut karena ibu itu bertanya menggunakan bahasa Jawa, sementara aku tidak bisa berbahasa Jawa. Setelah itu, ibu tersebut menyuruh kami untuk menunggu sebentar dan beliau memanggil suaminya untuk mengisikan kami bensin. Kami sangat berterima kasih karena ibu itu dan suaminya telah menolong kami. Saat ingin membayar, beliau menolak halus dan mempersilakan kami untuk melanjutkan perjalanan. Kami pun berpamitan dan kembali melanjutkan perjalanan untuk segera menuju pom bensin terdekat dan mengisi penuh tangki bensin.
Satu jam kemudian, sekitar pukul sebelas malam ,sampailah kami di basecamp Gunung Ungaran via Perantunan. Udara di sana benar-benar dingin, sangat berbeda dengan Jogja yang saat itu sedang panas-panas nya. Kami segera menuju loket untuk registrasi pendakian. Kami mengisi formular data diri dan membayar retribusi sejumlah Rp.25.000 per orang nya dan biaya parkir sebesar Rp5.000.
Setelah selesai mengisi form dan memarkirkan motor, kami segera menuju basecamp untuk beristirahat dan mengumpulkan tenaga. Sebelum pergi tidur, kami sempat menikmati mie kuah dan teh hangat di warung dekat basecamp. Total harga makanan di sana masih tergolong murah, cukup Rp20.000 untuk kami berdua.



