Menikmati Matahari Terbit di Puncak Bondolan

Summit Camp Puncak Bondolan

Kami berencana untuk tracking di pukul dua dini hari nanti. Sebelum tidur, tidak lupa kami memasang alarm untuk membangunkan kami nanti. 

Tidak terasa, aku terbangun karena suara dering alarm yang berasal dari handphone ku. Yaya yang masih pulas tertidur segera aku bangunkan. Kami mengisi tenaga dengan memakan sedikit roti, meminum air dan madu. Setelah dirasa siap, kami memulai pendakian pada pukul dua lewat tiga puluh dini hari.

Aku tidak menyangka bahwa tidak ada orang lain selain kami yang melakukan pendakian pada waktu ini. Kami sempat sedikit ragu dan takut, namun kembali kami kuatkan tekad untuk tetap melanjutkan pendakian. Kami berjalan perlahan tapi pasti.

Setiap kami merasa sedikit lelah, kami memberhentikan langkah sebentar untuk menetralkan pernapasan kami. Setelah karang lebih 30 menit, sampailah kami di pos 1. Kami memutuskan untuk duduk sebentar sembari menyelonjorkan kaki. Tidak lama kemudian, datang rombongan pendaki yang juga ingin mengejar sunrise di puncak gunung. Kami segera bangkit dan mengikuti rombongan tersebut berjalan. 

Setelah kurang lebih lima belas menit, sampailah kami di pos 2. Kami duduk dan kembali menyelonjorkan kaki. Meneguk beberapa tegukan air untuk menghilangkan dahaga. Di sana kami juga berbincang basa-basi dengan rombongan pendaki lain yang juga sedang beristirahat. Setelah kurang lebih sepuluh menit beristirahat, kami berpamitan untuk melanjutkan perjalanan menuju pos 3. 

Hal yang kami lakukan setibanya di pos 3 sama seperti pos sebelum-sebelumnya, begitu pula sampai di pos 4. Saat kami melanjutkan pendakian dari pos 4 menuju Summit Camp Puncak Bondolan, ternyata matahari mulai menampakkan dirinya dari ufuk timur.

Langit kala itu dihiasi warna ungu, biru, oranye, dan putih. Kami dapat melihat pemandangan lampu rumah warga yang masih menyala. Sangat sedap untuk dipandang mata bagi siapa pun yang memandangnya. Aku dan Yaya tentu mengabadikan momen ini dengan mengambil gambar dan rekaman. 

Setelah berfoto, kami segera melanjutkan pendakian menuju Puncak Bondolan karena mengejar waktu agar tidak kesiangan. 

Empat puluh lima menit kemudian, sampailah kami di Puncak Bondolan dengan ketinggian 1885 MDPL. Kami sampai pada pukul 5 pagi. Sebenarnya, masih ada satu puncak lagi yaitu Puncak Botak dengan ketinggian 2050 MDPL, namun kaki kami sudah tidak lagi dapat diajak kompromi.

Kami banyak mengucap syukur dan tidak menyangka ketika berhasil menjajakan kaki di Puncak Bondolan ini. Aku benar-benar menyaksikan matahari menampakkan wujudnya sehingga aku terkena sinarnya dengan dekat. Kini lautan dan gulungan awan terlihat jelas di depan mataku. Oh Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan ?

Aku dan Yaya memilih untuk duduk sembari menikmati matahari yang sedang terbit. Di depan mata kami dengan jelas nampak pemandangan gunung-gunung yang berjajar. Entah itu gunung apa, mungkin Sindoro, Sumbing, ataupun Merbabu. Kondisi di puncak saat itu cukup ramai. Karena Puncak Bondolan ini termasuk Summit Camp, maka tidak sedikit para pendaki yang mendirikan tenda di sana. 

Setelah satu jam menikmati dan mengabadikan momen  matahari terbit, kami bergegas untuk menuruni Gunung Ungaran ini. Waktu tempuh untuk menuruni gunung tergolong lebih cepat, karena tidak terlalu banyak beristirahat. Walaupun lebih cepat, namun tumit kaki harus extra kuat karena harus menahan beban badan di track yang menurun.

Sesampainya kami di basecamp, kami segera mandi dan bersih-bersih karena kondisi kami saat itu kotor terkena tanah dan debu. Setelah mandi dan beres-beres barang, kami segera pulang ke Jogja dengan perasaan senang dan puas.

Traveling: Tayang setiap hari Jumat. Kamu punya cerita traveling? Tidak selalu harus keluar negeri, boleh juga city tour di kota sendiri atau kota lain masih di Indonesia. Antara 1000-1500 kata. Jangan lupa transportasi ke lokasi, kulinernya, penginapannya, biayanya tulis, ya. Traveling diluar negeri juga oke. Fotonya 5-7 buah bagus tuh. Ada honorarium Rp100.000. Kirim ke email gongtravelling@gmail.com dan golagongkreatif@gmail.com dengan subjek: traveling

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==