Karena direkomendasikan teman magangku, akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke Waroeng Setiabudi satu minggu sebelum aku pulang ke Tangerang, tepatnya Sabtu, 22 Juni 2024.
Tempatnya berada di Jl. Dr. Setiabudi No.175, Gegerkalong, Kec. Sukasari, Kota Bandung. Jaraknya sekitar 9,4 Kilometer dari tempat aku tinggal di Jalan Susmita. Aku pergi sendirian dengan motor beat hitam bapak yang dikirim lewat ekpedisi ke Bandung untuk kebutuhan magangku.
Sesampainya di sana, aku disambut dengan barisan tungku surabi yang masih dimasak secara tradisional menggunakan arang. Konsep tempatnya open kicten, jadi pembeli bisa melihat langsung proses pembuatan surabi.

Masuk ke kasir, aku diberikan daftar menu berlembar-lembar, ternyata bukan hanya surabi yang tersedia di sini, ada bakso, mie ayam, nasi bakar, nasi timbel dan aneka minuman.
Namun, karena aku sejak awal hanya ingin makan surabi, jadi aku fokus saja ke menu surabi yang ternyata memiliki lebih dari 50 menu dengan berbagai toping, mulai dari yang manis sampai yang asin.
Aku memesan dua surabi, satu surabi manis dan satu surabi asin, untuk membuktikan surabi mana yang lebih cocok di lidahku. Untuk surabi manis aku memesan surabi fla coklat dengan harga Rp11.500 sedangkan surabi asin aku memesan surabi ayam mayones dengan harga Rp14.500.

Ketika pesananku datang, aku menyicip surabi asin terlebih dahulu yang dari segi penyajian cukup menggoda selera. Ayam suwir yang menyatu dengan surabi dan taburan mayones yang melimpah membuat lidahku tidak sabar untuk mencobanya.
Dari gigitan pertama, aku membenarkan apa kata Elia, rasa mayonesnya memang beda dari yang lain karena dibuat sendiri. Surabinya yang besar juga sangat lembut dan tidak keras di bagian bawahnya. Ayam dan mayonesnya sangat melimpah, hanya saja saus yang diberikan tidak banyak dan kurang buatku.


Setelah surabi asin habis kulahap, sekarang ronde kedua dimulai. Surabi fla coklat yang lumer mulai ku potong kecil-kecil dan masuk mulutku. Rasa coklatnya tidak membuat mual, sangat pas dengan adonan surabi yang lembut. Tapi, kalau boleh memilih, aku lebih suka surabi asin yang gurih.
Kalau kamu sedang berkunjung atau berlibur ke Kota Bandung. Cobalah menikmati kuliner surabi di Waroeng Setiabudi yang buka dari pukul 14.00-24.00 WIB.



