Menariknya aktivitas menyeberang secara bersamaan ini menciptakan pemandangan yang dinamis dan tersinkronisasi, apalagi di jam sibuk. Hal ini membuat pengalaman menyebrang jalan ini lebih menyenangkan.
Meskipun ada sekitar 1.000 hingga 2.500 pejalan kaki yang menyebrang dari berbagai arah setiap kali lampu merah menyala, namun kita tidak akan menemui orang yang saling bertabrakan satu sama lain. Ditambah, persimpangan ini kerap kali muncul dalam film, acara TV, dan media massa lainnya, menjadikannya simbol modernitas dan hiruk-pikuk Kota Tokyo.
Banyak wisatawan yang mengabadikan perjalanan saat menyebrang jalan ini, estetik katanya. Apalagi ditambah dengan cahaya lampu penanda berwarna-warni bertulisan aksara Jepang di jalan, membuat rasa Jepang semakin terasa. Papan-papan penanda itu juga jadi daya tarik karena teratur dan tentunya bisa memenuhi kebutuhan konten sosial media kita.

Selain merasakan sensasi menyeberang di tengah keestetikaan kota Tokyo, persimpangan yang berlokasi tepat di dekat Stasiun Shibuya-Tokyo ini juga berdekatan dengan beberapa objek wisata yang terkenal lainnya. Tentunya walkable distance khususnya standar orang Indonesia ya.
Contohnya, Patung Hachiko yang terkenal dengan cerita di baliknya. Patung yang didirikan pada tahun 1935 ini dibuat untuk mengenang anjing yang setia menunggu pemiliknya setiap hari selama hampir 10 tahun, meskipun pemiliknya telah meninggal dunia.
Kisah anjing ini menggambarkan kesetiaan dan kasih sayang yang mendalam, sehingga dijadikan simbol kesetiaan di Jepang. Bahkan, kisahnya banyak menginspirasi film-film di Jepang.
Selain itu, kita juga bisa berbelanja dan bersantai di area ini. Terdapat banyak toko dan cafe yang bisa dikunjungi, salah satunya pusat perbelanjaan Shibuya 109. Jika pembaca mengikuti JKT48 (idol grup dari Indonesia) maupun AKB48 (idol grup Jepang yang merupakan grup utama dari JKT48), tentu tidak asing dengan pusat perbelanjaan ini karena ada lagu 109-Marukyuu. Pusat perbelanjaan ini menawarkan toko fashion, aksesoris, dan kecantikan, Shibuya 109 menarik banyak anak muda dan turis yang mencari tren terbaru dalam fashion Jepang.

Jika kamu menyukai Pokemon, kamu juga bisa mengunjungi Shibuya Parco yang berjarak sekitar 300 meter dari Shibuya 109. Shibuya Parco merupakan rumah bagi beberapa merek terkenal seperti Nintendo Tokyo dan Pokémon Center Shibuya, yang menarik penggemar game dan anime dari seluruh dunia.
Menariknya, pusat perbelanjaan ini memiliki lantai-lantai khusus yang menampilkan toko-toko unik dan kolaborasi merek ternama. Misalnya, ada lantai Japan Culture yang menampilkan barang-barang tradisional Jepang yang diinterpretasikan ulang dengan sentuhan modern. Di lantai lain, ada fashion dari desainer lokal dan internasional, toko-toko streetwear, serta berbagai restoran dan kafe yang menyajikan kuliner lokal dan internasional.

Ada juga galeri seni dan ruang pameran yang sering mengadakan pameran seni kontemporer dan instalasi kreatif. Pengunjung juga dapat mengunjungi Rooftop Park gedung ini jika ingin beristirahat sembari menikmati keindahan kota.
Berbicara mengenai seni, di area Shibuya juga terdapat gedung pertunjukan besar yang bernama Bunkamura. Tempat ini adalah salah satu pusat seni dan budaya terkemuka di Jepang, menawarkan berbagai pengalaman seni melalui teater, bioskop, galeri seni, dan ruang konser. Tempat ini ditujukan untuk memberikan pengunjung kesempatan untuk menikmati berbagai bentuk seni dalam satu lokasi.
Bosan berjalan kaki dan berbelanja? Kita juga bisa berkunjung ke Shibuya Sky yang terletak di puncak Shibuya Scramble Square yang merupakan gedung tertinggi di area Shibuya, Tokyo. Kita dapat melihat keindahan pemandangan 360 derajat Kota Tokyo dari ketinggian 229 meter.

Kita dapat menyaksikan ikon-ikon Kota Tokyo, seperti Tokyo Tower dan Tokyo Skytree. Desain yang modern dan fasilitas canggih juga ditawarkan untuk memberikan pengalaman unik melihat hiruk-pikuk Tokyo dari ketinggian, terutama saat matahari terbenam dan malam hari.
Untuk memasuki dek observasi Shibuya Sky, biaya yang harus dikeluarkan mulai dari 700 hingga 2500 yen atau sekitar Rp70.000,- hingga yang termahal untuk dewasa adalah Rp250.000,-.
Tiketnya dapat dipesan melalui daring maupun loket tiket yang ada. Namun, harga yang ditawarkan pada situs online lebih murah 300 yen dibandingkan membeli secara langsung. Tiket bisa dibeli paling cepat 4 minggu sebelum tanggal yang dipilih.

Menikmati hiruk-pikuk kota sudah, berbelanja dan makan sudah, hingga melihat dan merasakan fasilitas modern yang ada di Shibuya Sky juga sudah. Kini kita beralih ke wisata taman dan juga kuil yang berada tidak jauh dari Shibuya Crossing Street yakni Meiji Jingu dan juga Yoyogi Park yang dapat dikunjungi secara gratis.
Untuk mencapai lokasi ini, kita bisa saja berjalan kaki sejauh 1,2 km. Namun, jika malas atau sudah lelah, kita dapat menggunakan kereta di Stasiun Shibuya dengan tujuan Stasiun Harajuku. Harga tiket kereta berkisar Rp15.000,- saja, pastikan kamu menggunakan kereta JR (Japan Railway) Group. Pintu masuk kuil ini berada tepat di depan pintu keluar kereta JR.
Meiji Jingu atau Kuil Meiji dibangun pada tahun 1920 dan merupakan salah satu kuil Shinto paling penting dan terkenal di Tokyo. Kuil ini terletak di tengah hutan seluas 70 hektar, jadi siapkan kaki yang kuat untuk menjelajahi kuil ini. Terlebih jarak dari pintu masuk pertama ke bangunan kuil cukup jauh dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.
Meiji Jingu menawarkan pengalaman yang damai dan spiritual, menjadikannya tempat yang menarik untuk dikunjungi. Pengunjung disambut dengan torii kayu besar di pintu masuk, menandai peralihan dari keramaian kota ke ketenangan alam. Jalan setapak yang dikelilingi pohon-pohon tinggi membawa pengunjung ke bangunan utama kuil, tempat mereka dapat berdoa, memberikan persembahan, dan menulis harapan pada ema (papan harapan kayu).

Di dekat kuil, terdapat taman Inner Garden yang indah, terkenal dengan bunga iris yang mekar pada bulan Juni. Kuil ini juga menjadi lokasi populer untuk upacara pernikahan tradisional Shinto, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menyaksikan ritual budaya yang kaya.
Kuil ini memiliki daya tarik tersendiri dengan perpaduan spiritualitas, sejarah, dan alam. Terlebih lagi, Tokyo yang sibuk membuat suasana ketika berada di kuil ini sangat tenang, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan yang ramai. Ibaratnya kita seperti melarikan diri dari kesibukan Tokyo.
Setelah puas berkeliling dan mempelajari sejarah Jepang, kita bisa bersantai bahkan melakukan piknik di Taman Yoyogi yang berada di samping Kuil Meiji. Taman ini juga termasuk salah satu taman terbesar dan menawarkan berbagai aktivitas yang dapat dinikmati pengunjung sepanjang tahun. Pengunjung dapat bersantai, berolahraga, menikmati alam, bahkan melihat bunga-bunga cantik yang bermekaran di taman tersebut pada musim tertentu.

Pengalaman berbeda ditawarkan setiap musimnya. Jika kalian ingin melihat sakura, maka datanglah pada musim semi. Taman ini merupakan tujuan utama untuk kegiatan tersebut. Di musim gugur, kalian akan melihat dedaunan yang berubah warna dan mulai berguguran, sangat estetik untuk berfoto di taman ini.
Taman ini juga sering menjadi tuan rumah berbagai acara dan festival, seperti festival musik, pameran seni, dan pasar makanan internasional, yang menambah kegembiraan dan daya tarik bagi pengunjung.
Di sisi lain taman, terdapat Kolam Yoyogi, tempat yang tenang untuk duduk dan menikmati pemandangan air. Dekat dengan kolam, ada area bermain anak-anak yang dilengkapi dengan peralatan bermain yang aman dan menyenangkan.
Berbagai macam kegiatan dan suasana yang tenang di taman ini menjadikannya tempat yang sempurna untuk melarikan diri dari keramaian kota dan menikmati beragam aktivitas di alam terbuka. Bagaimana? Tertarik untuk mengunjungi Shibuya City, Tokyo, Jepang? Bagikan pendapatmu ya!
Penulis: Hafizah Fikriah Waskan atau lebih dikenal dengan Waskan adalah seorang sarjana pendidikan matematika. Ia sempat bercita-cita menjadi penulis karena senang membaca buku sejak kecil. Ia pernah menjadi wartawan kampus, namun mimpinya berhenti begitu saja. Kini ia mulai menyusun kembali mimpinya itu.

Traveling: Tayang setiap hari Jumat. Kamu punya cerita traveling? Tidak selalu harus keluar negeri, boleh juga city tour di kota sendiri atau kota lain masih di Indonesia. Antara 1000-1500 kata. Jangan lupa transportasi ke lokasi, kulinernya, penginapannya, biayanya tulis, ya. Traveling diluar negeri juga oke. Fotonya 5-7 buah bagus tuh. Ada honorarium Rp100.000. Kirim ke email gongtravelling@gmail.com dan golagongkreatif@gmail.com dengan subjek: traveling.

