Museum Literasi Gol A Gong: Koran Pikiran Rakyat 17 Februari 1981

Hari Minggu 15 Februari 1981, opening ceremony di Gelanggang Remaja Sukabumi. Setelah selesai defile, saya bertanding di pertama kali melawan pemain dari Kabupaten Kuningan, Lio Pok Min. Di tribun kehormatan ada MF Siregar – Ketua PBSI Pusat, Toto Hanafiah – Ketua PBSI Jawa Barat, Nara Sujana – kakak Iie Sumirat, dan beberapa tokoh PBSI lainnya.

JuaraI cabor badminton PON Penyandang Cacat, 1981

Tentu para penonton bergemuruh kaget melihat ada pemain badminton berlengan satu. Saya gugup. Set pertama saya kalah, 5 – 15. Bapak memompa semangat saya, “Kalau kamu grogi, anggap saja penonton itu monyet!”

Babak kedua, saya praktikkan omongan Bapak. Saya anggap penonton itu monyet. Waktu di awal banyak penonton yang meledek, ketika melihat saya bermain normal dan berhasil menang dengan 15 – 5, penonton berbalik mendukung saya. Rubber set! Di babak penentuan, saya menang 15-8!

Di babak kedua saya kalah melawan pemain dari Kodya Bogor. Harus saya akui, pemain dari Kodya Bogor itu sangat taktis, speed and powernya luar biasa. Saya keteteran. Saya kalah 2 set langsung, lupa skornya. Tapi saya memberi perlawanan yang sengit! Saya kalah terhormat.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==