Juara Badminton PON Cacat se-Indonesia

Foto ini menceritakan ketika saya bertanding dengan legenda badminton dari kontingen
Jawa Tengah, Kurnianto. Saya berhasil mengalahkan Kurnianto. Saya bergabung dengan kontingen Jawa Barat untuk PON Cacat se-Indonesia pada 1985. Saya mengikuti cabang badminton, berenang, lompat tinggi, sepakbola, dan badminton. Untuk renang, saya kalah. Lompat tinggi juara ketiga. Badminton menyabet tunggal, double, dan beregu. Badminton tiga emas! Satu lagi sepakbola, yang juga menyabet emas! (GG)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Kejuaraan Bulutangkis Junior se-Jawa Barat 1981

Saya ingin bercerita tentang klipingan koran ini. Dimuat di koran Pikiran Rakyat, Selasa 17 Februari 1981. Ini adalah berita yang menghebohkan, yaitu Kejuaraan Bulu Tangkis Junior se-Jawa Barat di Sukabumi. Saya mewakili Kabupaten Serang bersama Rahmat untuk single. Di double saya berpasangan dengan Agus Sunardi. Rahmat dan Agus kawan satu sekolahg di SMAN 1 Serang. Rahmat single utama, saya kedua.

Hari Minggu 15 Februari 1981, opening ceremony di Gelanggang Remaja Sukabumi. Setelah selesai defile, saya bertanding di pertama kali melawan pemain dari Kabupaten Kuningan, Lio Pok Min. Di tribun kehormatan ada MF Siregar – Ketua PBSI Pusat, Toto Hanafiah – Ketua PBSI Jawa Barat, Nara Sujana – kakak Iie Sumirat, dan beberapa tokoh PBSI lainnya.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Ketika Bercermin, Aku Baru Sadar Berlengan Satu

Tangan kiri saya diamputasi pada usia 11 tahun, kelas 4 di SDL XI Kota Serang, Banten. Kata Bapak, “Kamu harus baca buku dan olahraga. Dengan melakukan dua hal itu, kamu akan lupa bahwa kamu memiliki kekurangan.” Alhamdulillah, saya mengikuti anjuran Bapak dan memetik hasilnya selagi hidup. Surga itu sudah Allah berikan kepada saya selagi masih hidup. Semoga di akhirat pun saya mendapatkannya.

Jadi ridho Allah itu ridho orang tua, betul sekali. Di olahraga Badminton, saya bersaing dengan pebulutangkis berlengan dua. Saya pemain kedua di SMA jika ada pertndingan antar sekolah. Saat di FASA UNPAD Bandung pun, saya tim kampus dan single pertama. untuk atlet cacat, saya pernah menyabet 3 emas untuk single, double, dan beregu badminton di Fespic Games (sekarang Asian Para Games), Solo, 1985. Di Kobe, Jepang (1989) menyabet 2 emas untuk double dan beregu, serta 1 perunggu untuk single badminton. Berarti sudah 5 kali menerek bendera merah putih lebih tinggi dari bendera negara lain.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Pertandingan Persahabatan Badminton di Papua

Saya membuka-buka album lama di Museum Literasi Gol A Gong. Saya menemukan foto ini, 1987. Itu foto saya bersama PBSI Jayapura. Jika sekarang saya traveling sambil memberi pelatihan menulis, sebelum jadi Gol A Gong di bawah tahun 1990, saya traveling sambil bertanding persahabatan.

Saat itu saya masih aktif badminton. Bahkan pada 1989 masih ikut Fespic Gamesi (Asian Para Games) di Kobe, Jepang untuk cabang badminton. Saya juara bertahan sebelumnya di Solo (1985) untuk semua kategori; single, double, dan berebu. Tiga emas! Di Jepang, saya menyabet 2 emas; double dan beregu. Single juara ketiga. Dengan modal itu, saya traveling menjelajahi Indonesia.

Saat traveling sepanjang 1985 – 87 Di hampir setiap kota besar, saya menyelenggarakan pertandingan eksebishi badminton dengan PBSI setempat. Tentu lawan bertandingnya pebulutangkis berlengan dua. Pengalaman yang luar biasa. (GG)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Awalnya Atlit, Kini Penulis

Ingin bisa menulis cerpen atau novel. Aduh, tidak punya bakat! Tidak selalu harus memiliki bakat. Gol A Gong termasuk yang tidak memiliki bakat. Ingin tahu bakat Gol A Gong ke bidang apa? Badminton!

Prestasinya tidak sembarangan. Walaupun tangannya satu, dia bisa bersaing dengan pebulutangkis berlengan dua. Di tahun 1980 – 1982, Gong bahkan berhasil menembus level Jawa Barat, bersaing dengan yang sempurna. di Banten, Gong juara ke II untuk level junior (tingkat SLTA). Juara ke I lengannya dua! Saat kuliah di UNPAD, Gong pemain inti setiap ada pertandingan antar kampus!

Jika untuk sesama orang cacat, Gong juara PON Cacata 1985-1990. Gong merajai badminton. Untuk level Asia Pasific, juara badminton Asian Para Games kelas amputi tangan, tahun 1986 di Solo memborong 3 emas badminton untuk tunggal, beregu, dan double. Di Jepang tahun 1990, menyabet emas beregu dan double. Tunggal juara ke III.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5