Kereta tiba di Huoergusoi pukul 09:30. Masih gelap. Dari kereta masuk stasiun diperiksa paspor dan tas-tas di X-ray. Ini jadi standar.
“Paspor ? HP?” begitu aku, Jordy-Natasha saling mengingatkan.
Tapi tetap saja ada yang tercecer. Sarung tangan. Ya, sudahlah.


Kami berjalan keluar stasiun sekitar 200 meter, menuju pangkalan taksi. Ongkosnya 15 Yuan, tapi naik 5 Yuan jadi 20 Yuan.
Sekitar 15 menit, taksi sampai di terminal bus. Antrean panjang menuju pintu masuk. Tas-tas masuk X-ray seperti di Bandara.

Aku nungguin barang-barang. Jordy-Natasha beli tiket bus ke Almaty, Kazakhstan. Ongkosnya 180 Yuan. Nanti akan ada 2 pos Imigrasi, China dan Kazhakstan. Barang-barang dibawa ke imigrasi. Paspor dicap seperti di Thailand – Laos, Laos-Vietnam, Vietnam-China. Paling dramatis di Laos-Vietnam. Hujan, dingin minus 5 derajat.

Semoga Allah SWT memudahkan segala urusan. Soalnya lapar, cuma ngemil roti. Kami rindu nasi uduk, kroket, ketan, bakwan….
26 Januari 2026
Gol A Gong
Traveler, Author



