Ngesol Sepatu Pakalolo di Royal Serang

Saya membeli sepatu Pakalolo jenis pantopel ini saat masih bekerja di RCTI tahun 2007. Saya juga punya jenis boots. Kulitnya lembut. Tias juga punya sepatu boots Pakolo. Kami pernah memakai sepatu boots Pakalolo traveling di 7 negara Asia pada 2012.

Sewaktu mau berangkat ke Kalimantan Timur mengikuti Library Tour, Minggu 19 Juni 2022 lalu, saya memakai sepatu Pakalolo jenis pantopel ini. Tapi ada yang janggal. Ternyata mulai lepas alasnya lepas. Maklum sudah 15 tahun. Akhirnya tidak jadi saya pakai. Saya sudah memiliki rencana, nanti pulang dari Kalimantan Timur, sepatu pantopel Pakalolo tanpa tali ini akan saya sol.

Saya pulang Senin malam 27 Juni 2022, sekitar pukul 19:30 WIB. Saya katakan kepada Tias, “Besok Papah mau ngesol sepatu Pakalolo pantopel.”

Sekitar pukul 08:30 WIB, saya dan Tias naik mobil Wuling Convero ke Royal, Kota Serang. Ini kawasan seperti Dalem Kau, Bandung. Atau mirip Malioboro di Yogya. Tentu beda kualitas. Tapi pusat bisnis sejak lama di Royal.

Saat saya muda, Royal adalah tempat nongkrong saya. Tempat saya mengamati perilaku orang-orang. Royal ibarat cat walk. Di novel Balada Si Roy yang akan tayang filmnya akhir tahun 2022, Royal jadi setting lokasi utama bagi tokoh Roy dan teman-temannya.

Saya memilih ngesol di depan Foto Lidya. Di perempatan Pocis, Pasar Lama juga banyak tukang sol sepatu. Tapi saya memilih di depan Lidya Foto. Ini dulunya studio foto. Sangat melegenda. Saat kami kecil, selalu berfoto di sini. Terutma kakak perempuanku – Dian. Nama Lidya bagi kami sangat sakral. Lidya adalah kakak perempuan kami paling tua. Anak pertama Bapak dan Emak yang hanya hadir sebentar kemudian berpulang.

Di depan Lidya Foto ada tukang sol asal Garut. Mang Roni. Dia sudah menyemir sejak lulus SD, mengikuti jejak ayahnya yang datang ke Serang tahun 1970. “Mulai dari harganya Rp. 700 untuk ngesol sepatu,” kata Mang Roni.

Mang Roni menghabiskan waktu di depan Foto Lidya. Datang pukul 07:00 WIB, pulang sebelum Mahgrib. Jika beruntung, dia bisa menerima 15 sepatu yang harus diperbaikinya. “Sekarang Rp. 20 ribu per sepatu,” Mang Roni memeriksa sepatu Pakalolo milikku. Berarti bisa Rp 300 ribu sehari. Wow! Kalau sepi, Rp. 100 ribu bisa dia bawa pulang.

Mang Roni memilih profesi tukang sol, karena sebagai lulusan SD, hanya ini yang dia bisa. Dia tidak kuatur kehilangan rezeki walaupun sudah di era digital. “Tukang sol sepatu belum ada yang online. adi, saya yakin peluang tukang sol sepatu tetap ada.”

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==