Gol A Gong membuka obrolan santai dengan membacakan puisinya yang berjudul “Kopi Tubruk”. Dalam obrolan santai itu, Mas Gol A Gong menceritakan pengalaman hidupnya sehingga bisa membawanya sebagai penulis.

“Setelah tangan kiri saya diamputasi, Bapak menyuruh saya melakukan tiga hal: olahraga, membaca dan mendengarkan dongeng. Tiga Hal itulah yang membentuk saya,” Mas Gong mengenang masa kecilnya.

Mas Gong juga banyak berbicara soal pengalamannya menjadi juara badminton di Asian Para Games tahun 1986-1990, Rumah Dunia, dunia kesusastraan dan kekaryaan.

Sementara itu, Jajang menjelaskan bahwa kuatbaca.com sebagai portal media online indepth berkala harian mempunyai rubrikasi kebudayaan yang diawali dari sisi sastra.

“Dengan kita mengunjungi para budayawan, sastrawan harapannya memberikan instigh yang lebih dari nama judul berita. Karena dibalik karya sastra yang kita nikmatin ada perjuangan yang begitu besar dan ada konsistensi dalam berkarya,” jelas Jajang saat diwawancarai.

Nantikan tayangan ngobrol santai kuatbaca.com bersama Gol A Gong Oktober mendatang di Channel Youtube kuatbacacom.


