Nobar Film dan Diskusi Komunitas di Homestay Larantuka Beach

Dua Film yang masing-masing berdurasi lebih dari 30 menit ini, banyak bicara tentang keseharian  masyarakat  Lamaholot,  baik yang berkaitan  dengan budaya maupun agama.

Khususnya pada film “513 minus 3 Suluh Semana Santa”, yang diproduksi setahun yang  lalu, bercerita tentang  kerinduan  juga tradisi  Semana  Santa yang  sempat terhenti karena pandemi. Ada kerinduan  dari para peziarah maupun umat untuk dapat merayakan  kembali prosesi Semana  Santa sebagai sebuah tradisi keagamaan  yang  lestari  sejak 5 abad lamanya.

Sementara film  kedua, banyak bicara tentang  lagu atau nada yang  mewarnai keseharian  masyarakat  Lamaholot  dari mulai  tradisi berkebun, menidurkan anak, menyadap lontar, dan lain sebagainya. Tradisi bersenandung  menjadi sebuah tradisi yang hidup dalam keseharian.

Dua film yang mengambil  latar Flores Timur, sangat inspiratif  khususnya  bagi tetamu yang hadir dari kalangan anak muda dari pelbagai  komunitas  yang  ada di Flores  Timur, di antaranya  Kiu Laskar Muda , Simpasio Institute,  Bengkel  Seni Milenial, Lamaholot  Creative,  dan lain lain.

Setelah agenda nonton  bareng selesai, acara dilanjutkan  dengan diskusi yang  dihadiri perwakilan dari Kemendikbud  RI, Thomas Kristian, juga Ayu Oka dan Berto Tukan.

Sharing ini banyak bicara  tentang  kemajuan komunitas  dan langkah apa yang  sekiranya  dapat disinergikan dengan pemerintah,  satu di antaranya  adalah informasi  terkait residensi  seniman  yang akan diadakan pemerintah  di bulan Agustus mendatang.  

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==