Sebelum nonton, aku mengingatkan Tias. “Kita nyari hiburan aja, ya. Jadi, jangan berharap ini-itu.” Ya. Memang tujuannya begitu. Aku sendiri selama nonton film Petualangan Sherina 2 nggak betah. Bukan karena filmnya jelek. Tapi teringat 4 anak kami yang sudah menyebar. Kami dulu sangat menggandrungi film ini.

Saat sequel pertama diluncurkan tahun 2000, di Kota Serang belum ada bioskop. Saat itu Kota Serang baru saja ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Banten. Kami membeli VCD. Aku masih bekerja sebagai senior creative di RCTI. Anak kami masih Nabila (2 tahun) dan Gabriel (1 tahun). Kami terus menontonnya dan membeli DVD-nya sapai Jordy lahir tahun 2004 dan Natasha 2005, hingga mereka usia balita.

Apalagi ketika Tias bercerita, waktu itu Jordy kesal karena Natasha hanya mau muter Petualangan Sherina. Sedangkan Jordy pingin muter Dragon Ball, Pokemon, dan Power Rangers. Akhirnya Jordy merusak DVD Sherina. Hahahaha…. Natasha menangis. Kenangan masa kecil. Itulah yang membutaku nggak betah nonton Sherina, karena kangen kepada anak-anak (*)



[…] 2, 2023Mei 2, 2023 Resensi Buku dan […]