Omzet Tembus Setengah Milyar, Iwan Setiawan Tetap Jaga Kualitas Bahan dan Pelayanan

Iwan Setiawan awalnya tak menyangka bakal terjun di dunia bisnis catering. Selepas berhenti dari pekerjaan di salah satu pabrik elektronik, Iwan kemudian memilih ikut bekerja dengan kakaknya H. Subeni yang sudah punya usaha catering lebih dulu. Iwan bekerja di sana sekitar empat tahun. Namun, selepas sang kakak meninggal dunia pada 2015, usaha cateringnya gulung tikar. Alias tutup. Iwan kemudian punya ide untuk membuka usahanya sendiri.

“Berkat kerja di tempat kakak, lama-lama saya punya keahlian masak. Jadi saat usaha kakak tutup, sayang saja lihatnya. Akhirnya di tahun 2003 saya coba teruskan dengan bendera baru DJC ini,” kata Iwan usai ditemui di Kampung Dadap, Kecamatan Kibin, Selasa (26/7/2022).

Kini perusahaan catering Iwan sedikitnya sudah bekerja sama dengan tiga perusahaan besar di Serang. Pertama denga  PT. Kolonina, PT. Arwana Nuansa Kami dan PT. Dystar Colours Indonesia di Cikande.

“Saya dengan PT Kolonina sudah bekerjasama sejak 2016. Jadi kami rekanan. Setiap harinya kami buat 320 porsi makanan untuk 3 shift selama 24 jam. Jadi kami kirim bahan baku. Ada anak buah saya di pabrik. Disana disediakan kantin dan dapur,” jelas suami dari Rohmawati (42) ini.

Sementara untuk PT. Arwana, Iwan mengisi untuk volume 600 karyawan, untuk 3 shift 24 jam. Dengan Arwana, kerja sama sudah terjalin dari 2015 hingga sekarang.

“Kalau dengan PT. Dystar, kami suplai makanan siap saji, untuk 250 porsi, 3 shift. Kirim makanan pukul 10 pagi sudah berangkat,” jelas Iwan yang merupakan tokoh masyarakat Kampung Dadap.

Iwan punya cerita menarik dengan PT. Kolonina. Dahulu, awal pertama kali Iwan mulai masuk di perusahaan dengan ikut angket. Jadi beberapa PD Catering diseleksi. Ada sekitar delapan PD Catering masuk, termasuk punya Iwan.

“Waktu itu, asilnya Dadap Jaya Catering dapat skor 60 persen. Artinya Dadp Jaya yang menang. Tapi rupanya ada salah satu orang HRD yang enggak senang dengan saya. Yang dapat kerja sama denga Kolonina akhirnya orang lain. Singkat cerita saya dihubungi pihak desa, bilang bawa saya lolos. Tapi kenyataannya lain. Jelas ini tidak fair, tapi saya sabar dan mundur dengan terhormat. Selang tiga bulan kemudian, orang nomor dua di perusahaan Kolonina, panggilannya Ibu Ling-Ling telpon ke Hp istri. Minta saya untuk datang ke pabrik. Kami datang ke PT. Kolonina. Ternayata pihak perusahaan mohon minta Dadap Jaya yang masak. Dari Ibu Ling-Ling saya tahu, bahwa catering yang dulu itu banyak kasus, sering terlambat, kualitas masakannya kurang, pokoknya enggak sanggup masak jadi diputus,” ceritanya.

Saat itu, karena diminta langsung oleh orang perusahaan Kolonina, Iwan menyanggupi untuk mengisi catering di sana, tapi dengan catatan tidak ada angket lagi. Pihak Kolonina pun setuju. Keesokan harinya Dadap Jaya Catering sudah mulai masak untuk karyawan Kolonina dan kontrak setiap tahun.

“PD Dadap Jaya Catering selalu fokus pada pelayanan. Soal ini kami selalu maksimal. Prinsipnya usaha itu kan cari lancar. Pelayanan maksimal gak asal-asalan. Masakan kita sudah ada takarannya. Dan kita selalu pakai bahan-bahan yang berkualitas bagus. Makanya bisnis ini sudah berjalan dan bertahan hampir 20 tahun.”

Dulu, modal awal buat beli peralatan dapur itu habis 12 juta. Waktu itu dapat pinjam dari orang tua. Alhamdulillah sekarang omzet kotornya sudah mencapai setegah miliar dari tiga perusahaan,” pungkasnya. (*)

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==