Dari Kementerian diwakili oleh Dra Christriyati Ariani, M.Hum (Pamong Budaya Utama), Rosalina Zweidhika (Staf KMA), Pandu Harbiansyah (Staf KMA), Ade Tanesya (Kurator Sekolah Lapang Kearifan Lokal ). Sementara Pandu Budaya Flores Timur didampingi oleh Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Kabupaten Flores Timur, Silvester Petara Hurit.
Pertemuan yang digelar di Larantuka Beach Homestay 21 Februari 2024 ini banyak membahas tentang potensi pangan lokal serta tradisi yang ada di Flores Timur. Hal menarik adalah penyampaian salah satu pandu budaya, Cindy, yang berasal dari Desa Hewa. Dia mengabarkan, bahwa banyak tradisi pangan masih terjaga dan lestari, seperti beras lokal dengan 17 varietas beserta tradisi yang menyertai.

Hal ini juga disampaikan oleh pandu budaya lainnya, Vitus Pehan, yang melihat betapa paradoknya sebuah perayaan kebudayaan di daerahnya. Setiap perayaan dibutuhkan bahan-bahan yang tak lagi tumbuh di desa tempat perayaan berlangsung. Justru bahan-bahan tersebut hasil dari membeli.
Pertemuan-pertemuan pandu seperti ini jadi penting. Kita sama-sama melihat potensi yang ada pada kampung atau daerah. Kita bisa saling menginspirasi dan mengadaptasi hal baik dari tempat atau daerah yang masih menjaga potensi budayanya.
Pada pertemuan ini juga dibahas akan adanya perekrutan Pandu Budaya 2024. Sedangkan teman-teman Pandu Budaya 2023 yang hadir sore ini diupayakan atau dicalonkan menjadi Fasilitator bagi pandu budaya berikutnya, yang ada di tiga kabupaten terpisah: Sikka, Flores Timur, dan Alor.
Selain itu turut dibahas agenda selanjutnya dari pertemuan ini. Paling dekat adalah agenda TOT untuk pandu budaya 2023 sebagai panduan untuk perekutan Pandu Budaya 2024. Agenda tersebut direncanakan akan dimulai awal Maret 2024 nanti . Sementara untuk tempat masih dalam pemilihan .


