Ini tentu luar biasa. Kejutan. “Kecil-kecil Punya Karya yang diterbitkan Mizan adalah hasil dari kelas menulis intensif,” kata Bu Tiat S. Suwardi, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur.

Jadi hasil penelitian pihak luar, terutama PISA (Program International Student Assessment) yang menempatkan kita nomor 2 dari bawah dari 72 negara, itu tidak benar. Kenyataan di lapangan tidak begitu. Anak-anak membaca dan menulis. Bahkan menggambar membuat komik.

Semoga di kota-kota lain di Jawa Timur, anak-anak difasilitasi untuk mengasah bakat menulisnya seperti di Surabaya.
Gol A Gong
Duta Baca Indonesia
Membaca itu Sehat, Menulis Itu Hebat


