Pelecehan seksual merupakan realitas pahit kehidupan masyarakat Indonesia. Relasi kuasa yang timpang, budaya menyalahkan korban, serta kecenderungan menutupi kejahatan demi menjaga “nama baik” menjadi isu yang berulang kali muncul dalam berbagai berita. Melalui pelatihan menulis Certalik Angkatan 2, Gol A Gong mengajak para penulis untuk berani membongkar kenyataan bahwa pelaku kekerasan sering kali justru berasal dari lingkungan yang dipercaya: keluarga, guru, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemimpin organisasi, atau orang-orang yang memiliki otoritas.
Naskah-naskah yang masuk pada umumnya ditulis dengan baik sesuai tema yang ditentukan. Namun ada beberapa naskah yang menyuguhkan cerita yang kuat dan simbolis. Misalnya naskah yang menghadirkan tokoh A sebagai figur ayah yang hangat, sehingga saat ada pengkhianatan itu terasa sangat menghancurkan. Klimaksnya tidak dijelaskan secara vulgar, tetapi dihadirkan melalui simbol seperti selendang, bangku, dan surat yang menggantung. Teknik ini sangat puitis dan menyentuh.
Pada naskah lain ada juga penulis tidak sekadar menceritakan satu kasus kekerasan seksual, tetapi memperluasnya menjadi kritik terhadap budaya penyangkalan (culture of denial) yang membuat korban terus dibungkam. Konfliknya bergerak dari ruang sekolah menuju persoalan sosial dan sejarah nasional (Tragedi Mei 1998), lalu kembali ke sekolah sebagai ruang perubahan.
Berdasarkan pembacaan tim terhadap naskah yang masuk, tim menilai cerpen bukan hanya dari temanya, tetapi juga dari kekuatan cerita, kedalaman tokoh, konflik, penyelesaian, kebaruan, dan daya emosional. Hal-hal tersebut menjadi dasar-dasar penilaian tim untuk menentukan naskah terbaik. Selain juga tentunya hal-hal dasar seperti kesesuaian tema, tanda baca, estetika kepenulisan dan lain-lainnya.
Setelah proses panjang pelatihan, pengumpulan naskah dan menyeleksi, Tim Gong Publishing, akhirnya mendapatkan 3 penulis terbaik dalam event Certalik 2. Berikut para penulis terbaik Certalik Angkatan 2:
- Amsayna Lubis
(Selendang Ayu)
- Armakalaya
(Jangan Ada Mawar Lain)
- Adhim Firja Rahmatulloh
(Gang Buntu di Ujung Kampung)

Selamat kepada para penulis tersebut di atas. Terima kasih sebesar-besarnya kami sampaikan juga kepada para penulis yang sudah berpartisipasi, mengikuti pelatihan dan lomba yang diselenggarakan Gong Publishing Selanjutnya para penulis kan dihubungi oleh tim Gong Publishing.
Tim Gong Publishing


