Kami yakin dengan metode jurnalistik – 5W plus 1H, tidak sekadar melihat anak-anak memungui sampah platik tetapi juga menemukan suatu peristiwa di baliknya! Ini ide cerita! Kami mengajak mereka berbincang-bincang, semacam wawancara informal. Kami mendapatkan kisah menarik dari mereka.

Kami menemukan Siti Sahauni ingin jadi dokter, Aini ingin jadi pelukis, dan masih banyak lagi cita-cita terlontar dari anak-anak kampung Ciloang itu. Mereka memunguti sampah plastik itu untuk biaya sekolahnya! Ini amanat dalam sebuah novel, yaitu menanamkan nilai integritas, yaitu mandiri. Ini jihad di pendidikan, untuk mencari ilmu.

Anak-anak itu kami larang jadi pemulung. Kami ajak mereka bergabung di Rumah Dunia (2002). Generasi pertama Rumah Dunia, terdiri dari anak-anak kampung Ciloang. Deden, Sauni, Ain Kubil, Aini, Dina, Tuti, Ros… Mereka kamu beri beasiswa dari royalti novel yang kami tulis juga bantuan dari para sahabat yang menitipkan sedekahnya. Anak-anak kecil itu sekarang sudah menemukan masa depannya masing-masing. Ada yang kerja dibutik, membuka jasa menjahit, jadi guru, editor di preushaan penerbitn, dan jadi wartawan. Keunggulannya, mereka memiliki ketrampilan menulis.

Nah, ide bisa didapat di mana saja. Maksimalkan panca indera kita. Ide cerita bisa dari pengalaman hidup sendiri, kisah teman-teman, atau dengan cara mewawancarai orang-orang yang bertebaran di sekolah, di terminal, di pasar, di stasiun, di mana-mana.

Anda ingin juga menulis banyak buku dan difilmkan seperti saya? Sejak Juni 2020, saya membuka Kelas Menulis Gol A Gong secara online. Nah, di bulan November 2024 ini dibuka lagi Kelas Menulis Gol A Gong. Ada kelas cerita pendek, puisi, novel, kisah inspiratif, dan catatan perjalanan. Bisa satu group – dibatasi 5 orang. Boleh juga sendiri, kok. Pokoknya Gol A Gong menyesuaikan. Bayar? Iya. Berapa? Murah dan terjangkau. Kapan sih Gol A Gong ngasih mahal? Ayo, kontak Tias Tatanka via WA 0819 06311 007.



