Mahasiswa lain, Sofwan (21) Jakarta. Divisi acara kelompok KKM Untirta menerangkan, adanya kampung literasi semoga dapat meningkatkan intelektual dan kapabilitas pendidikan masyarakat, sehubungan jaraknya yang dekat dengan kampus Untirta. “Langkah yang baik untuk membantu masyarakat, khususnya agar melek terhadap literasi,” ujarnya.

Wati (19) remaja dari Kampung Tamanbarang menuturkan, bahwa adanya kampung literasi sangat membantu untuk proses pembelajaran anak-anak di luar sekolah. Selain itu, dia juga berharap agar perpustakaan keliling bisa hadir setiap minggu, terutama mengajak anak-anak untuk belajar dan membaca. “Kebetulan ini pertama kalinya kampung kami, diberikan kesempatan untuk menjadi kampung literasi,” ucapnya.
Dewi (19) remaja lainnya memberikan pendapat, bahwa adanya kampung literasi, semoga dapat mencegah anak-anak dan para remaja yang kecanduan bermain handphone. Mereka bisa sibuk dengan hal baru yang positif dan bermanfaat, “Terakhir kali ikut program literasi, itu saat aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), ada perpustakaan keliling yang datang ke sekolah,” terangnya.

Akmal (9) murid kelas 03 SD, mengungkapkan rasa bahagia ketika daerahnya dijadikan kampung literasi. “Aku pengen ada agenda, agar perpustakaan keliling datang ke sini tiap minggu, terutama membawa buku bacaan anak yang seru-seru,” katanya dengan muka ceria. Lebih lanjut menurut Akmal, ini pertama kali ada perpustakaan keliling yang datang ke kampungnya.
Azril (12) murid kelas 06 SD, merasa senang dan gembira dengan adanya kampung literasi, “Kalau bisa perbanyak buku komik, novel, kisah nabi, pantun, dan horor,” lirihnya. Ia juga berharap agar kampung-Nya, bisa diberikan program yang seru dan menarik, supaya teman-temannya datang dan meramaikan acara tersebut.

Sebelum acara peresmian berlangsung, Gol A Gong sebagai Duta Baca Indonesia yang hadir mengenakan pakaian khas Merauke Papua, mengajak anak-anak menjawab pengetahuan umum dengan hadiah es sirup atau bakso. (*)




