Mata saya tertuju pada buku Erich Fromm yang berjudul ‘Seni Mencintai’. Saya membukanya dan membaca dua halaman. Kemudian saya mendekati seorang pemuda yang usianya mungkin di bawah saya. Dia sedang santai, dan ada segelas kopi di depannya. Nampaknya orang ini yang menginisiasi lapak buku di car free day Pare.

Saya memperkenalkan diri “panggil saja nama saya Rahman,” begitulah kata saya basa-basi. Pemuda yang memakai topi dan masker ini mengenalkan diri pula, “nama saya Ramdan.” Saya bilang kepadanya bahwa lapakan buku semacam ini sering saya lakukan setiap car free day di daerah asal saya.
“Apa nama komunitasmu?” Tanya Ramdan. “Rumah Dunia,” jawab saya. Dia berpikir sesaat, barangkali juga sedang mengingat-ingat sesuatu tentang Rumah Dunia. Tetapi, dia nampaknya tidak tahu dengan pasti Komunitas Rumah Dunia. Saya menyuruhnya untuk cek di Instagram. Dia tersenyum simpul, walaupun memakai masker tetapi terlihat dari guratan pipinya.

Rasa penasaran saya tinggi dengan komunitas literasi satu ini sehingga saya banyak melancarkan pertanyaan. Mula-mula saya buka dengan pernyataan, “kapan didirikannya komunitas ini?” Ramdan menjelaskan bahwa Perpustakaan Jalanan (Perjal) Pare didirikan pada 2017. Sayang, dia tidak mengingat bulan dan harinya. Begitu komunitas ini didirikan langsung menggelar program lapakan buku.
Saat saya masih melakukan wawancara ada tiga orang perempuan yang sedari tadi melihat-lihat buku. “Mas buku ini harganya berapa?” Tanyanya menunjukkan buku Eka Kurniawan dengan judul Lelaki Harimau. Saya tersenyum mendengar pertanyaan itu. Ramdan menjelaskan kepada perempuan itu bahwa buku tersebut hanya untuk dibaca dan boleh dipinjam alias dibawa pulang.

Saya kaget bukan main, “dipinjamkan secara cuma-cuma? Apa mereka tidak takut kehilangan buku-buku yang bagus ini?” Banyak sekali pertanyaan di kepala saya. Setelah dua perempuan menuliskan data dirinya berupa nama, nomor handphone, dan asal kost. Kemudian mereka membawa pulang bukunya. Saya bertanya kepada Ramdan, mengapa meminjamkan buku dan apakah tidak takut hilang?.


