Pairing pertama, saya kalah oleh Jabbar gara-gara kecolongan Menteri yang saya berikan cuma-cuma ke kuda. Yang menarik pairing kedua, saya bertemu Firman Amali Al-Ghifari peserta paling junior kelas VII SMP. Permainannya bagus karena ia salahsatu anggota club catur Chess Mawar 11 Club (CMC), namun ia kalah tempo permainan oleh saya.

Setelah bertanding, saya berkesempatan ngobrol-ngobrol ringan dengan Firman yang didampingi oleh kedua orangtuanya. Bocah pengagum pecatur Magnus Carlsen ini mengaku hobi catur sejak kelas III SD, dan kedua orangtuanya sangat mensupport hobinya tersebut

Firman telah berkali-kali mengikuti turnamen dan sempat menyabet juara 3 O2SN sewaktu kelas IV SD. Demi mendukung hobi anaknya, kedua orangtuanya memasukkan siswa yang kini duduk di bangku SMPN 1 Kota Serang ini ke beberapa club catur, diantaranya CMCi.

“Tiap 2 minggu sekali guru caturnya datang ke rumah.,” kata Firman.
Semoga kian banyak orangtua yang mensupport hobi anak-anaknya sejak dini seperti ini, sehingga lahir orang-orang yang tumbuh dan berkembang berkat hobi dan kecendrungannya masing-masing.

Bukankah sebaik-baik baik pekerjaan adalah yang kita senang dan bahagia melakukannya?
Menurutmu, pekerjaanmu gimana? *



