Saya berubah jadi Celemek Ajaib Paman Gong. Kami bergembira, bernyanyi, dan bercerita. Lagi-lagi udara panas menyengat tubuh. Untung tadi sarapan lumayan banyak, karena tidak ada rasa pedas. Telor ceplok dan sayur bayam. Lumayan.


Saya selalu bersemangat ketika kegiatannya Petualangan Digital Pemula bersama Sekolah Enuma. Ada banyak hadiah yang bisa saya bagi-bagikan kepada anak-anak. Dengan Celemek Ajaib Paman Gong, saya lebih leluasa mengampanyekan budaya membaca kepada anak-anak usia balita.

Seperti biasa, saya memulai dengan nyanyian:
Permen loli cari mulut
Permen loli cari mu;ut
Siapa suka bantu Mama….


Kemudian anak-anak akan berteriak, “Saya! Saya!” Sambil mengacungkan tangannya. Saya akan memanggil mereka maju. Bisa 10 anak.

Saya meminta mereka untuk mengenalkan namanya. Setelah itu menjelaskan, membantu pekerjaan Mama atau ibu. Seru. Ada yang menjawab: menyapu, membereskan kamar, cuci piring.

Kemudian pelan-pelan saya berceria tentang seorang anak yang masuk ke kamar ayah-ibunya. Anak itu melihat ada uang di meja. Anak itu mengambil uang tanpa memberi tahu ayah-ibunya. “Boleh, tidak?” tanyaku.

“Mencuri! Tidak boleh!” begitu teriakan anak-anak. Saya senang mendengarnya.

Nah, saya melihat petualangan lain yang menantang bagi mereka adalah ketika mengambil hadiah dari Celemek Ajaib Paman Gong. Buku-buku cerita bergambar dan pulpen dari Enuma cepat habis. Permen lolipop dan coklat juga membuat mereka bergembira.
Gol A Gong



