Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Mas Gong dalam perjalanan dari bandara ke rumah. Hujan membuat aku kesulitan memesan driver. Dua order nggak ada yang mengambil, baik itu motor atau mobil. Akhirnya minta bantuan Om Mamet, relawan Rumah Dunia. Sekalian beliin camilan buat panitia.

Akhirnya malam-malam aku bisa potong stiker, lalu menempelkan stiker dengan selotip dulu ke papan triplek yang berlubang di tengah. Setelah yakin memperhitungkan tata letak, berdua dengan mas Gong menempelkan stiker-stiker itu.

Sengaja aku menunggu instruksi kover mana di sebelah mana. Termasuk kover mana yang penting ditempel. Papan berlubang tengah itu sebenarnya sisa dari potongan triplek untuk meja makan kaca. Daripada terbuang, aku usul bekas potongan untuk photo booth kover saja. Alhamdulillah kesampaian juga.

Malam setelah acara hari pertama, hujan turun cukup deras. Walau sebentar, aku agak khawatir juga, takut stiker rusak. Alhamdulillah esoknya hanya beberapa yang terkelupas. Sekarang photo booth ini disimpan di Museum Literasi Gol A Gong.
Tias Tatanka


