Proses Kreatif Nanda Fauzan: Aku Menulis Tanpa Outline

Terlebih, pemuda asal Lebak ini mengaku selalu menulis tanpa outline, sebab menurutnya walaupun pakai outline pasti akan dirombak kembali, dan dia mengatakan itu soal kenyamanan.

“Aku menulis selalu tanpa outline. Mungkin saja kalau novel harus menggunakan outline. Outlineku sudah ada di otak,” jelas Nanda saat diwawancarai golagongkreatif.com, Selasa 14 Januari 2022.

Selain itu, Nanda menerangkan bahwa cerpennya selalu ditulis dengan riset yang mendalam. Bahkan, dia mengaku menyelesaikan bisa sampai dua bulan terkecuali cerpen Permen Itu Lezat.

“Menulis cerpen itu memakan waktu sangat lama, aku bisa menyelesaikan satu cerpen dua bulan. Untuk Permen Itu Lezat kurang lebih satu pekan,” katanya.

Nanda memberikan tips kepada generasi muda yang baru menekuni dunia kepenulisan untuk terus banyak membaca karya-karya bagus baik dari penulis dalam negeri maupun luar negeri.

Bahkan, peraih Emerging Ubud Writers & Readers Festival (UWRF 2022) memiliki penulis favorit seperti Remy Sylado, Pramoedya Ananta Toer, dan Azhari Aiyub. Untuk penulis luar ia mencintai George Orwell, Stefan Zweig, dan Isabel Allende.

“Aku membaca satu bulan sepuluh buku. Lima sastra dan lima lagi buku apa saja yang aku minati. Aku bahkan punya penulis favorit sampai sekarang masih melekat dalam ingatan,” terang Nanda.

Walaupun Nanda Fauzan tidak pernah mengikuti kelas menulis secara khusus, ia menyarankan kepada siapapun yang ingin menjadi penulis—untuk masuk komunitas menulis atau memiliki lingkungan yang support.

“Kepada siapapun yang ingin menjadi penulis untuk bergabung dengan komunitas menulis atau paling sialnya punya satu teman untuk koreksi tulisan. Sebab menulis sendiri itu tidak mungkin,” pungkasnya.

Sementara itu, Khairunisa selaku pustakawan sekaligus moderator di acara tersebut menanggapi kecanggihan proses kreatif Muhammad Nanda Fauzan.

Nisa mengatakan kalau Nanda memang penulis bakat alam yang karya jempolan sekaligus kaya pengetahuan. Menurutnya, itu bisa dilihat dari cara penulisan Nanda yang bagus.
“Tulisan Nanda sangat kaya, dan se-riset itu. Sebab dia kelihatan banyak membaca buku—terlihat dari pilihan kata, dan cara penyampaiannya,” jelas Nisa.

Nisa berharap agar Nanda tetap produktif menulis karya-karya yang bagus, dan ia percaya bahwa Banten selain SDA-nya yang kaya juga akan banyak melahirkan orang-orang jempolan seperti Nanda. (Rahman)

PROMOSI:

Bertemulah dengan Ilyas Hussein yang diburu pasukan Jepang. Berjumpalah dengan Rudy Palkam yang paling disegani di lapas. Berkenalanlah dengan mitos, sejarah, hingga tradisi Banten/Jawa Barat yang direkonstruksi dalam setiap cerpen di buku ini. Bertualanglah dalam kisah-kisah lampau dan terkini yang seluruhnya abadi dalam kata-kata.

Muhammad Nanda Fauzan, Persembunyian Terakhir Ilyas Hussein, Cerpen, Yogyakarta, Buku Mojok, April 2022, vi+180 hlm, 68.000

#MuhammadNandaFauzan #PersembunyianTerakhirIlyasHussein #Cerpen #Fiksi #BukuMojok #KatalogJBS #KatalogJBSKatalog Sastra April 2022:

https://jualbukusastra.blogspot.com/…/sastra-januari…

Pesan: 0818-0271-7528 (WA) linktr.ee/jualbukusastra

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==