Awalnya sedang santai nonton TV. Itu sekitar tahun 2000. Sedang di rumah mertua, Kota Solo. Tiba-tiba di infotainment ada kabar, Elma Theana – artis sinetron yang ngetop saat itu, menemukan bayi dalam keadaan meninggal di selokan depan rumahnya.
Imajinasi saya langsung bergerak. Saya ambil pulpen dan buku. Saya membayangkan seorang sekretaris selingkuh bersama direkturnya, kemudian si bayi dibuang oleh supir di stasiun kereta dan dirawat oleh bibik penjual nasi uduk.

Bayi itu diadopsi kyai yang mengelola ponpes. Bayi itu tumbuh solehah dan dicintai 2 anak lelaki kyai. si bayi mencintai putra kedua tapi kiyai menikahkan denan putra pertama. Tnpa diduga, diam-diam putra pertama sudah punya istri di Thailand Selatan saat hijrah ke sana. Si direktur dan sekretarisnya kemudian bertobat dan mencari-cari bayi mereka. Jadilah judulnya Pada-Mu Aku Bersimpuh.
Jadi proses ide kreatif novel trilogi “Padamu Aku Bersimpuh” jika kita rumuskan proses berpikirnya:
Proses Ide Kreatif
- Pemicu Ide: saya sedang menonton TV di rumah mertua di Kota Solo sekitar tahun 2000. Saya melihat berita tentang Elma Theana, artis sinetron yang menemukan bayi meninggal di selokan depan rumahnya.
- Imajinasi: Berita tersebut memicu imajinasi saya. Yang saya bayangkan adalah cerita tentang seorang sekretaris yang berselingkuh dengan direkturnya dan bayi yang dibuang.
- Pengembangan Ide: Saya mengembangkan ide tersebut dengan membayangkan bayi yang dirawat oleh bibik penjual nasi uduk dan diadopsi oleh kyai yang mengelola ponpes.
- Konflik dan Plot: Saya mengembangkan konflik dan plot dengan memasukkan elemen perselingkuhan, tobat, dan pencarian bayi oleh direktur dan sekretarisnya.
- Judul: Saya menentukan judul novel trilogi tersebut sebagai “Padamu Aku Bersimpuh”.

Analisis Proses Ide Kreatif
Proses ide kreatif saya menunjukkan beberapa karakteristik:
- Pemicu eksternal: Berita tentang Elma Theana memicu imajinasi saya.
- Imajinasi dan asosiasi: Saya mengembangkan ide dengan mengasosiasikan berita tersebut dengan skenario lain.
- Pengembangan ide: Saya mengembangkan ide tersebut dengan menambahkan elemen-elemen lain.
- Kreativitas dan orisinalitas: Proses ide kreatif saya menunjukkan kreativitas dan orisinalitas dalam mengembangkan ide.

Kesimpulan
Proses ide kreatif novel trilogi “Padamu Aku Bersimpuh” menunjukkan bagaimana pemicu eksternal dapat memicu imajinasi dan kreativitas. Dengan mengembangkan ide dan menambahkan elemen-elemen lain, saya berhasil menciptakan sebuah cerita yang unik dan menarik.
Alhamdulillah, novel trilogi Pada-Mu Aku Bersimpuh ini dicetak belasan kali oleh Suhud MediaPromo, kemudian Dar! Mizan, bahkan diterbitkan penerbit Malaysia dan disinetronkan oleh Indika Entertainment. Saat puasa 2002, sinetron itu tayang di RCTI, TPI, dan LaTV (sekarang TV 7). Beberapa mahasiswa juga ada yang menjaduikannya bahan penelitian skripsinya.
Gol A Gong/AI



