Puisi Minggu: 5 Puisi Ardian Je Tentang Rumah

1.KURSI
Puisi Ardian Je

Dari cahaya, kaubuat sebuah kursi untukku.

Sambil duduk, kusandarkan punggungku
yang kian menua, kemudian kata-kata
dan doa-doa paling terang untuk anak-istri
pulang ke bulan dengan menunggang
angin bulan September.

Empat kakinya yang teguh setia menopang
hatiku yang kadang goyang oleh rasa bimbang.

24 September 2023

2.PINTU
Puisi Ardian Je

Apa yang lebih terbuka dari pintu?

Ialah hati yang terbentang
bagi setiap maaf yang terpendam
di dasar lidah yang kelu.

Apa yang lebih tertutup dari pintu?

Ialah otak yang mampat
bagi semua kebenaran
yang hendak bertamu.

Siapa yang bisa masuk dari luar pintu?

Ialah mereka yang merawat bunga
-bunga kudus dari taman petama.

Siapa yang bisa keluar dari dalam pintu?

Ialah mereka yang menanam api hitam
di sekujur tubuhnya.

4 Oktober 2023

3.RUMAH
Puisi Ardian Je

Rumah
adalah puisi sederhana
bagi keluarga kecilku.

Puisi
adalah rumah sederhana
bagi kata-kata kecilku.

9 Oktober 2023

4.RANJANG
Puisi Ardian Je

Saat pagi retak
di hari yang kembar
bertahun-tahun kemudian
setelah sesosok malaikat
menyampaikan sebuah titah:
bacalah!
Tiba juga aku di sini:
sebuah ranjang tua
dengan kasur kapas randu.

Tujuh putaran sudah
dirampungkan bulan.
Tujuh purnama lamanya
aku didekap rasa sayang.

Di sini, ada tangis pertamaku yang pecah
getar lonceng tawa emak dan bapak.

Bilamana tirai kelambu rampung diturunkan
bersama tubuh kecil ini, kubaringkan hidup
dan mimpiku
juga ingatan-ingatan tentang sawah dan sungai
serta tanggul dan jalan setapak menuju kampungnku
yang udik.

Suatu kapan, harus kulupakan
sajak-sajak yang pernah kutulis
dengan merah darah
dan bening air mata
dan kubaringkan sisa doa
dan usiaku

di sini.

13 Oktober 2023

5.DINDING
Puisi Ardian Je

Di atas pondasi dan waktu
kita dirikan dinding batu
Batu bata merah dari tanah liat
dibakar api yang menjilat-jilat

Kita tepis ganas hawa panas siang dari kanan
Kita tampik rasa dingin di malam hari dari kiri
Kita tangkal semua yang menghadang di depan
Kita tolak segala bala yang menikam dari belakang

Kita berlindung
dari semua hal buruk yang mengepung

15 Oktober 2023

Ardian Je menulis puisi, esai, cerpen dan lainnya; pendiri Rumah Baca Bojonegara, Kabupaten Serang; pendidik di SMP Unggulan Uswatun Hasanah Cilegon; alumnus program penulisan Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) 2019. Esai tentang Bahasa sering muncul di koran Pikiran Rakyat. Buku kumcernya yang berjudul “Lelaki Tua yang Menyapu Sambil Menangis”. Buku puisinya “Empat Mozaik dari Laut”.

PUISI MINGGU terbit setiap hari Minggu. Silakan mengirimkan 3 hingga 5 puisi. Sertakan foto diri dan gambar atau foto ilutrasi untuk mempercantik puisi-puisinya. Sertakan bio narasi singkat. Kirimkan ke email : gongtravelling@gmail.com . Ada uang pengganti pulsa Rp 150.000 dari Puisi Esai Denny JA. Sertakan bank dan nomor rekeningnya.

SEGERA TERBIT EDISI 5/I/4 FEBRUARI 2024:

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

4 Komentar

  1. Makasih golagongkrearif.com yang udah muat puisi-puisi saya. Semoga makin berkembang rubriknya dan terus mengampanyekan puisi.

  2. Puisi yang bagus pak, terus semangat berkarya ya pak.

  3. Puisi Minggu ini navigasinya susah. Saya mau baca puisi yang lain, nggak keluar. Saya baru baca puisi karya Je. Saya bisa baca. Saya mau baca karya Patibara (tentang laut dan ikan), kok nggak keluar, malah muter-muter ke situ-situ juga. Lalu saya mau baca lagi karya Je. Nggak keluar. Mungkin ada yang salah dalam sistemnya. Saya cuma baca karya Je. Yang lain mana ya ?

    1. dicoba lagi. Scroll ke bawah. Ada KATEGORI. Masukkan PUISI MINGGU. Berjejer edisi PUISI MINGGU hingga nomor 4. Ketik Puisi-puisi BARA PATTYRADJA, Setelah ARDIAN JE, ada pengumuman edisi 5 untuk 4 F|ebruari. Linknya belum ada, karena belum tayang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==