Eko Ragil Ar-Rahman
9.25
Kau baru sadar saat seseorang datang setelahmu,
Berceloteh bahwa cinta tak ubah bis terlambat yang kerap ditunggu.
Kau rasakan bau tubuhnya tinggal,
Kekal dalam lekuk bibirmu selepas ia pergi dari halte
Menjemput kursi pulang.
“Tetap tinggal…”
Kau sadar gedunggedung tengah membangun imajiner kalian di seisi kota.
Dari kaca ke kaca, pada lantai dan hasta
Kota ini membayangkan sepasang muda-mudi, raung motor,
Sirine bobrok saling sahut, serta asap jagung bakar di tiap trotoar.
Malam. orangorang datang. Berpasangan
Memandangi nasibnya sendiri pada layar hitam Tuhan
Lampu jalan berkelap-kelip, kota kian riuh.
Tapi kau tetap sendirian. Menunggu orang yang sama datang ke halte
Dan sekali lagi berbual tentang bis juga cinta picisan.
Kau menyukainya; pedih di dada, zakkum yang tunas sebagai berkahmu sebelum lelap.
Seperti bias lampulampu kota
Telah ia bius kau untuk sekali lagi nyeri.
Sedang separuhmu tetap tinggal, dalam sisa-sisa pamflet koyak.
Pekanbaru 2021-2023

Eko Ragil Ar-Rahman
Seminar Anak Kota
Syukurlah anda tidak terlambat, silakan ambil modul yang telah kami siapkan. Pagi ini adalah kesempatan anda menyusun sebuah hidup yang kalian sebut sebagai surga.
Paket modul anda berisi produk langsung dari tangan Tuhan, hasil dari pengetahuan dan kasih sayang, lengkap dengan macam aksesoris sesuai kegemaran anda.
Untuk pemakaian, cukup mendaftarkan data pribadi anda, lalu mimpi-mimpi yang siap anda pasang pada rumah dan gedung yang diinginkan, jangan lupa taburkan warga untuk menempati produk anda, 30 persen populasi dari luas produk anda sudah lebih cukup untuk memulai.
Anda masih bingung? Tidak perlu cemas, kami juga telah siapkan panduan berisi langkah pembanguan dasar, serta referensi kota yang bisa anda campur aduk sesuai selera.
Banyak model menarik yang bisa anda pilih: Kota minyak, Metropolitan, Adidaya, hingga Kekaisaran. Itu baru sedikit dari model serta motif yang Tuhan tawarkan untuk anda membuat surga impian sendiri.
Tentu, anda harus perhatikan kinerja bibit warga anda, satu kali saya didatangi seorang pelanggan, mengeluh pasal kota surganya hancur sebab korupsi dan warga memberontak.
Dalam hal itu, kami juga menyediakan pelayanan pemusnahan massal. Dengan harga terpisah (juga tanpa garansi), tapi pembangunan ulang produk adalah hal di luar kekuasaan kami.
Sebab Tuhan percaya kota adalah anak-anaknya, Tuhan yakin anda mampu merawat produk kami, dan dia akan berikan promosi besar untuk pencapaian anda tersebut di masa depan.
Lalu, apa yang anda tunggu? Tuhan tengah berbicara di balik pintu. Jika anda masih baru dalam mengenal produk kami. Tidak masalah. Silakan masuk, dan langsung anda gunakan.
Pekanbaru 2023

Eko Ragil Ar-Rahman
Tugu Tiga Ikan Selais
Ibu bilang, tugu itu Selais yang lelah
Pada sungai yang hanya lumpur
Tempat jaring nelayan menangkap mereka untuk diasapi.
Mereka ingin jadi manusia, berlari dan berenang kemana saja
Untuk itu mereka tinggalkan sungai, pindah ke hulu di kota
Berteman angin juli berbau gambut, mereka terima kekeringan.
Aku lihat Tugu Selais itu pelukan
Pikuk kota menemani renang mereka yang tembaga
Membiarkan air mancur juga laser membawa amisnya ke gedung-gedung
Sebab mereka yang lama tak temui gambut, memendam percik sungai
Merebahkan kangen dalam mimpi orangorang
Yang mengikuti lembut masa depan dari alir subuh.
Kata ibu, selais itu masih berenang
Pada jalan raya yang jadi sungai, pula gambut basah
Ke kepala orang banyak, sebagai doa pagi buta.
Selais itu telah jadi manusia, dengan alir kering masih sepintas bala.
Pekanbaru 2023

Eko Ragil Ar-Rahman
Dalam jalan pulang dengan Bis
Tal, satu hari lagi telah layu
Sepanjang jalan aku duduk
memandang puisi pada tiap wajah kota
katakata yang tiris pada bias sore
meninggalkan sesal orangorang yang kalah hari ini.
Karena satu lagi hari yang layu
Bersama tangis rewel balita, juga gerutu orang terlambat pulang
Bersama lampu jalan menyala, kulihat doadoa memuai, beriring asap kendaraan
Lelah tinggal gosip picisan di kepala.
Kota ini adalah kata-kata
yang lupa Tuhan susun, atau tak sempat disusun.
Maka biar kususun sendiri kota ini
Sebagai puisi tiap subuh hari.
Tapi kau dimana lagi, Tal?
Aku masih duduk, menunggu halte turun berikutnya
Menulis “Apa dan kenapa” dalam kepala
Menghitung sisa sore yang luntur di jendela.
Supir bilang halte turunku makin dekat
Tapi kau entah dimana, untuk menemaniku menyusun kotakota.
Merampungkan puisi Tuhan
; Kata-kata yang lupa penciptanya
Pekanbaru 2023

Eko Ragil Ar-Rahman
Rumpun Taman Hijau: Di Satu Malam Minggu
Tidak lama, sudah satu jam kau tatapi ponsel menunggu Whatsapp yang kau kirim jadi centang biru.
Sekali lagi, tempat ini ramai dengan suarasuara,
Pikuk pedagang goreng dan jajanan murah,
Tukang parkir yang sibuk satu sama lain,
Lato-lato malam hari, semua datang dari sunyi.
Kau diam. Hanya peduli pada balasan yang tak kunjung datang
Matamu berkhayal dia datang, menyambut tanganmu dengan buket mawar
Sebelum dia membawamu ke dalam mobil, menjelajah keramaian malam kota.
Kau masih menunggu. Pesan Whatsapp masih belum terbaca.
Kepalamu tetap yakin menunggunya,
percaya dia akan melamarmu malam ini,
kemudian kalian menikah dan menua bersama gedung dan jalanan hitam.
Namun tidak pada hatimu, setelah istri kekasihmu memergoki kalian semalam,
Dia mulai jadi tak kau kenal; Kau dan dia masih bersama, tapi tak lagi hangat.
Kotakota memintamu pulang. Riuh taman kembali ke sunyi.
Kau sekali lagi sendirian, memandang ponsel dengan Whatsapp masih terbuka.
Kau berkhayal mungkin dia masih lembur malam, terlambat membaca pesan,
Sedang dua jarimu saling celingukan, bingung dengan apa yang di depan mereka;
Layar kosong tanpa percakapan, tanpa wajah yang mereka kenal.
Pekanbaru 2023



PUISI MINGGU terbit setiap hari Minggu. Silakan mengirimkan 5 hingga 10 puisi tematik. Sertakan foto diri dan gambar atau foto ilustrasi untuk mempercantik puisi-puisinya. Tulis bio narasi dan pengantar singkat. Kirimkan ke email : gongtravelling@gmail.com . Mulai Maret 2024 uang pengganti pulsa Rp 200.000,-. Sertakan nomor WA, nama bank dan nomor rekeningnya.

TERBIT EDISI 14/I/7 APRIL/2024:



