Puisi Minggu: 5 Puisi MN Fazri tentang Invasi Israel

MN Fazri
KABAR DUKA

Ranting-ranting pohon tumbuh bersamaan dengan ilalang
Subur, tiap tangan merasakan
hilang dahaga
Namun, di pinggir sana

Tuan-tuan terbaring
Satu demi satu melayang tanpa ijin

Darahnya tak berbekas
Terhimpit puing yang berkeping

Mereka teriak
tak ada yang bergerak
Mereka memanggil
tak ada juga yang menjawab

Kabar duka!

*) Serang, 23 April 2024

MN Fazri
AIR MATA KERINDUAN

Hari-hari pilu datang
Derai suara atom
tak berhenti masuk dalam pikiran
Aroma asap menjadi asupan

Dulu, tawa selepas
hamba sahaya merdeka
Kini, tangis selepas
hamba sahaya yang disiksa

Setiap arah meminta keadilan
Jiwa-jiwa pun kebingungan
Pada siapa
kerinduan dikirimkan

*) Ruang Kalut, 20 Mei

MN Fazri
JEJAK PAHLAWAN

Seuntai pesan datang
“Wahai anda yang hidup di masa depan!”
Jaga tanah-tanah kemerdekaan
Jaga wibawamu
Jaga martabatmu

Aku mati digembur kejahatan
seraya meninggalkan genggaman
bendera kecintaan
Namaku diburu oleh penguasa
Mukaku dinamai sang perusak bangsa

Pesanku, dirusak dan diubah
Kata-kataku, dibakar dengan kayu di rumah
Aku tiada, mereka berdaya
Aku kembali lahir, mereka ketar-ketir

Jaga! jagalah atas nama cinta
Aku melihatmu dari balik dunia

*) Kamar Pahlawan, 17 Mei

MN Fazri
SERAMBI DOSA

Tanah-tanah suci dijumpai
Satu demi satu dikuasai
Tarik menarik, lari terbirit-birit
Jemari dipaksa melepas
Tangis, irama yang tak tuntas

Alam hijau menjadi serpihan kaca
Teriakan bumi muncul
pada sanubari yang memiliki hati
hilang, diterjang dahaga
Lumpuh, dikuasai sang acuh

Raja, hanya nama belaka
Senjata-senjata menjadi saksi
mata, yang merekam
tragedi dosa-dosa

Matahari terbit, sisa nafsu yang sempit
Bulan di malam hari
tak merestui tragedi

*) Sekolah, 19 Mei

MN Fazri
SIKSA

Pribumi dihempas
kaki-kaki mereka kebingungan
pada arah mana
Keselamatan akan menang

Jalur darat ditiadakan
Jalur laut dihentikan
Hanya tersisa
jalur langit yang dikuatkan

Sang penjajah tertawa
Lepas, selepas wajah tak berdosa
Dia lupa, tentang akhirat akan tiba
tawa menjadi siksa yang amat terasa

*) Lapangan, 1 Mei 2024

PUISI MINGGU terbit setiap hari Minggu. Silakan mengirimkan 5 hingga 10 puisi tematik. Sertakan foto diri dan gambar atau foto ilustrasi untuk mempercantik puisi-puisinya. Tulis bio narasi dan pengantar singkat. Kirimkan ke email : gongtravelling@gmail.com . Ada uang pengganti pulsa Rp 200.000,- dari Puisi Esai Network. Sertakan nomor WA dan nomor rekening banknya.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==