Sapta Arif
Radio Tua
Kau mengaduh. Balutan kesedihan berpencar di iklan-iklan radio tua pasar bubrah. Di
kampung ini, ingatan dijual-belikan dengan harga murah. Mereka dipajang, bersama
bawang, ketumbar, biji jagung, cabai yang layu, dan pernak-pernik dapur lain.
Seorang penjual nekat memasang harga larang.
Kau pulang. Radio mewah di kotamu berkabar duka.
Menyusur gang pasar bubrah. Datanglah penjual larang itu. Menawar kesedihanmu,
menukar dagangannya. Kau terkesiap, ia menjual: kening, mata, hidung, pipi, bibir,
dagu dan rambut hitam lurus milik mantan kekasihmu—yang telah tiada.
Ponorogo, November 2022


Sapta Arif
Hape Nokia 3315
/…/–/… //…/–/…/
huruf-huruf berlarian menjelma wajah kekasihmu.
—titik dua bintang.
kau mengecup kening perempuan lain.
lewat sinyal batang empat, kau kirimkan seuntai kata rindu.
di seberang, kekasihmu mengetik sembunyi-sembuyi. ia melipat jarak dengan cemas.
tangan berlomba waktu, detik-detik bertalu serupa genderang perang, dengan cepat
dan lihai jemari tangannya menari ke sana-kemari. pada kata ke sekian (sebagian teks
hilang)
Ponorogo, November 2022


Sapta Arif
Pada Lagu S07
Di bait lagu,
—di saat kita bersama
Musim berganti, mengerami hal-hal yang hilang,
yang terlupa
yang terluka
Suara berlarian dari walkman abu-abu,
Kau coba mencukil sesuatu di dada,
dadamu, menguar melatiku
—yang layu.
Ponorogo, Desember 2022


Sapta Arif
Dijual Terpisah—
Kau berupaya bangun,
—dari mimpi, dari segala yang kau katakan (i)mimpi(an)
katamu, ini hanya soal berpengharapan.
Di mana tempatmu berpijak? ia menjejak
yang terperi,
sekalipun harapan dan kenyataan
(nyatanya) dijual terpisiah.
Ponorogo, Desember 2022


Sapta Arif
Iklan Bokong Truk Tua
Kaukah penyair? menulis iklan hidup,
ihwal tercerabut dari bokong bumimu berpijak.
Dari radio tua, kau kembali mendengar,
di hape nokia, kau berkabar,
mengenang sajak-sajak yang kau tulis,
—serupa bait lagu SO7
kau kembali mengulang sajak,
yang dijual terpisah,
—antara bunyi, larik, amanat,
dan segala hal yang kerap diteorikan
Dan, mantan kekasihmu bertanya:
kaukah penulis syair di bokong truk tua milik Ayah?
Ponorogo, Desember 2022


TENTANG PENULIS: Sapta Arif. Humas STKIP PGRI Ponorogo dan berkarya dari Komunitas Sutejo Spektrum Center (SSC) Ponorogo. Peserta Residensi Literatutur Gresik yang diselenggarakan oleh Yayasan Gang Sebelah bekerja sama dengan Kemendikbud RI. Kenali lebih hangat melalui IG:@saptaarif.

PUISI MINGGU terbit setiap hari Minggu. Silakan mengirimkan 5 hingga 10 puisi tematik. Sertakan foto diri dan gambar atau foto ilustrasi untuk mempercantik puisi-puisinya. Tulis bio narasi dan pengantar singkat. Kirimkan ke email : gongtravelling@gmail.com. Ada uang pengganti pulsa Rp 200.000,-. Sertakan nomor WA dan nomor rekening banknya.



