Puisi Minggu: 6 Puisi M. Rifdal Ais Annafis Tentang Menjelang Hari Terakhir Perang dan Lainnya

M. Rifdal Ais Annafis
menjelang hari terakhir perang

sebenarnya kau menggambar masa depan
dari seiris maut dan gugup

ketika ia sembunyi
di celah-celah tanah

maka aroma bubuk mesiu
dan puluhan mantra

meleleh, seperti jantungku
dan meleleh menembus tulangku

reruntuhan gedung,
berkobar di akar-akar matamu

menari-menarilah,
dalam ledakan kecil dunia

maka peluk biji udara
dari kegembiraan arwah-arwah
yang memerihkan

bila hari yang dikecualikan langit tandas
lewat cangkir birmu
dan sepasang mega kedap dari debu

hari terakhir perang telah begitu dekat
menguasai ubun-ubun kota

berilah ia bunga pudar
dari peras segala macam kehilangan

dari ingatan-ingatan

yogyakarta, 2023

M. Rifdal Ais Annafis
dua serdadu

konon, dua serdadu mencipta pias cahaya
dengan gembur tanah kutukan

menyiangi mereka,
pada selembar kitab suci

pada hari tanpa ledakan

beri tahun-tahun ganjil pada mereka
maka ketika hari larut
dunia pelan-pelan hanyut

seperti sepasang sungai kecil
membelah kepala

dua serdadu itu,
kerap mencintai masa lalu
dari segala duka cita

yogyakarta, 2023

M. Rifdal Ais Annafis
petuah-petuah hari

hari lalu: kenangan-kenangan pendek
lengking cuaca, basah jantung, kelebat doa
beserta daging kerontang ia

hari ini: peristiwa-peristiwa beku kesumba
letih lidah, kerutan dahi, pun ribuan ketakutan
dari gelombang ledakan

hari esok: asap-asap langit juga pengap udara
memberi cinta sekejap, dengung laut biru tua,
pada separuh sukma

yogyakarta, 2023

M. Rifdal Ais Annafis
kepala kami

adalah harum benih sunyi,
setelah jelaga dari reruntuhan kota
menyigi pinggang dunia

adalah bunyi mekar pagi,
dari bola menggelinding tubuh ibu
sebab sayat waktu

adalah nyaring bibir kakek,
bagi dendam tanah yang kerap kali
menyembunyikan diri sendiri

yogyakarta, 2023

M. Rifdal Ais Annafis
senapan ayah

kini setelah aku dewasa,
senapan milik ayah sering menyalak sendiri
seperti seekor anjing kecil dengan
liur warna-warni

biasanya popor yang terbuat dari denyut nadi itu
berisik ketika malam hari
saat kesepian dan rasa bosan bersusulan tumbuh

sering aku bergumam
pada telinga senapan ayah itu:

“bila kau kangen maut, lepas dua pelurumu
tepat di kepalaku.”

Ia hanya melengos,
dan menyalak lagi pada dinding itu
tempat menggantung wajah ibu

yogyakarta, 2023

M. Rifdal Ais Annafis
mata ibu

seperti kolam ikan kecil dengan
genangan doa yang menolak anak-anaknya
menyerupa ikan-ikan laut berenang jauh
ke semesta dunia

yogyakarta, 2023

Biodataa Penyair: M. Rifdal Ais Annafis, sedang menyiapkan buku puisi kedua berjudul, Sejumlah Kota Mati Bergeliat di Pangkal Lidahmu serta buku Kumcer pertama bertajuk, Perempuan yang Menikahi Tubuhnya Sendiri. Dan mengelola TBM Kutub Yogykarta di pinggiran kota Bantul. Nomor WA: 081515316198. Instagram: @mrifdalaisannafis

PUISI MINGGU terbit setiap hari Minggu. Silakan mengirimkan 5 hingga 10 puisi tematik. Sertakan foto diri dan gambar atau foto ilustrasi untuk mempercantik puisi-puisinya. Tulis bio narasi dan pengantar singkat. Kirimkan ke email : gongtravelling@gmail.com . Ada uang pengganti pulsa Rp 200.000,-. Sertakan nomor WA dan nomor rekening banknya.

SEGERA TERBIT EDISI 19/I/12 MEI 2024:

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==