Puisi Minggu: 6 Puisi Mario D. E. Kali Tentang Guru

Mario D. E. Kali
PERIHAL MENJADI GURU

Perihal apa cita-citaku dulu?
Aku tak pernah bermimpi menjadi guru
Menjadi dia yang disebut sebagai pahlawan tanpa
tanda jasa
Mengadi dia yang mengabdi sebagai lilin yang
membakar habis dirinya sendiri demi anak bangsa

Cita-citaku dulu, sederhana saja: menjadi orang yang mencintai tanpa harus dicintai.
Aku rela.
“namun, bukankah itu bagian dari pengabdian seorang guru?”
Kau bertanya saat selepas tenggak satu sloki sopi

Ya, kau benar. Pada akhirnya aku sendiri terjebak ke dalam mimpi
yang tak pernah kuimpikan sebelumnya: menjadi guru
adalah menjadi lilin, menjadi api, menjadi cahaya
penerang yang bersumber dari insentif sebulan setara 1 dos harga lilin.

Aku tak mengeluh, sungguh aku tak mengaduh
Sebab menjadi guru adalah jalan ninjaku menjadi puisi
Yang jasanya selalu dilupakan,
namun abadi dalam kata dan frasa: terima kasih.

(Sewowoto, 14 September 2024)

Mario D. E. Kali
HARAPAN SEORANG GURU

Angin timur bawa kabar
demi cita cinta anak bangsa
pahlawan itu sungguh taat memelihara
biji mata harapan dengan sabar

meski ia harus mencumbu bibir
harapan kepada kenyataan sering bikin nanar
ibarat jauh panggang daripada api yang terbakar
harapannya tetap jadi matahari yang terbit tiap pagi

dari tanah Timur, pahlawan itu berujar permohonan
dengan kegalauan di dalam doa terkandung pertanyaan
“Tuhan, Soko Guruku, harapanku sederhana saja,
Semoga jejakku diikuti penerus, namun mengapa aku merasa galau ketika zaman ini jalanku
seakan tak meninggalkan jejak penunjuk yang terang? Ah, Tuhan!”

(Sewowoto, 13 September 2024)

Mario D. E. Kali
SUARA HATI SEORANG GURU

Kini baktiku masih berwarna abu-abu baru beranjak di awal babak
namun dengan pena bertinta putih aku berani menulis bukan sebuah sajak
tapi suara yang jarang mendapat letak
pada telinga para pemangku kebijakan yang sering pura-pura pekak

Menjadi awan kelabu, tulisanku adalah suara yang bergemuruh
suara rintihan yang melengking ke angkasa
seperti pesawat tua yang nyaris berlabuh
ke bandara kebijakan para pejabat, suara ini mencari letaknya

Aku guru muda berhonor pegawai rendah dua ratus lima puluh
triwulan digaji sekali, setelah saban hari membagi ilmu
tapi aku mengabdi tak mengurung niat pada uang
meski sering mengunci perut dengan air putih saat diserang asam lambung

Sungguh tulisan ini bukan sajak yang mengandung petisi
tapi suara rintihan yang tak menuntut dengar pada telinga yang pura-pura pekak itu
tulisan ini dengan tinta putih yang boleh jadi tak dapat kau baca
jika mata hatimu dihalau awan ingat diri

Sungguh tulisan ini bukan puisi yang menagih janji repelita
Tapi ini suara yang tak pernah alpa memilihmu saat pilkada
yang selalu diingat sebelum memilih
yang mudah dilupa setelah dipilih

Ah sanggupkah kau mendengar suara tulisanku?
atau sekadar membacanya dengan mata hati dan budi terbuka?
Sungguh aku tak ingin jawaban kini
sebab aku tak ingin suara ini diiringi nyanyian maskumambang

(Sewowoto, 11 September 2024)

Mario D. E. Kali
GURU YANG MERDEKA

Siapakah kau wahai guru yang merdeka hari ini?
Apakah kau yang hari ini suntuk berkompetisi penuh ambisi melawan mesin waktu?
Memaknai pengabdian sebagai upaya menuntaskan administrasi
Dengan slogan yang diterikan suara sinyal putus-putus dari dalam aplikasi layar gawai

“Merdeka mengajar!
Merdeka belajarrrrr!
Salam dan bahagia, guru hebat!”
Sapaan manis yang tak kausadari sedang membakar habis isi dompet beli kuota internet

Siapakah kau wahai guru yang merdeka hari ini?
Apakah kau yang akui diri sebagai yang meneladani
Ki Hadjar berjuang sampai titik darah penghabisan angkat bendera kemerdekaan
“cerdaskan anak bangsa jadi merdeka di tengah gempuran amunisi penjajah. Cerdaskan!”

Kau memakan banyak waktu dengan mengisi amunisi kompetensi diri
Namun kokang senjatamu tak bekerja tepat sasar
Tak mampu membunuh kebodohan buta aksara
Sebab reading camp hanya frasa pasif yang kehilangan daya literasi

Ah, siapakah kau guru yang merdeka hari ini?
Kau menjawab bernada jengah
“akulah yang dibilang merdeka dalam kata
dan sering dijajah dalam laku sistem ketidakadilan.”

(Sewowoto, 12 September 2024)

Mario D. E. Kali
NAZAR GURU MAIMANUS

Mulai hari ini saya berjanji akan lebih rajin
menelpon Tuhan meminta berkat
melalui perantaran telepon genggam. Amin.

Kicau nazar dalam kepala Guru Maimanus yang gagal jadi caleg.

(Sewowoto, 10 Agustus 2024)

Mario D. E. Kali
SEJAK LISTRIK MASUK DI DESA

Sejak satu bulan lalu tiang listrik tumbuh sepanjang setapak masuk desa
Opa oma zaman pelita dan lampu gas berkerut dahi kira itu pohon kebun jenis baru
Yang pemerintah sumbang gratis untuk kasih hidup kelompok tani dan guru di desa
Yang selalu kalah di panggung kompetensi kehidupan

“Itu seperti kelapa, tapi bukan!”
“Dia punya akar tidak seperti beringin.”
“Ah itu tiang lampu. Kita punya malam su jadi terang!”
Opa oma saling mendebat.

Tapi setelah itu anak-anak desa mulai kenal signal internet tongkat dua kotak 4G
Jadi dong ramai-ramai jual babi beli handphone
Jadi dong mulai ramai-ramai begadang tiap malam main free fire
Jadi dong tidak sibuk lagi dengan doa malam wajib dan enggan sekolah tiap hari.

(Sewowoto, Mei 2024)

TENTANG PENULIS: *Mario D. E. Kali adalah seorang guru honorer pada UPTD SDI Sewowoto, Desa Enabhara, Kecamatan Inerie, Nusa Tenggara Timur. Sebuah buku puisinya yang terbaru berjudul Hari Tuhan Bagi Kalanuk (Makhsara Books, 2024).

PUISI MINGGU terbit setiap hari Minggu. Silakan mengirimkan 5 hingga 10 puisi tematik. Sertakan foto diri dan gambar atau foto ilustrasi untuk mempercantik puisi-puisinya. Tulis bio narasi dan pengantar singkat. Kirimkan ke email : gongtravelling@gmail.com. Ada uang pengganti pulsa Rp 200.000,- dari Puisi Esai Network. Sertakan nomor WA dan nomor rekening banknya. Jika igin melihat puisi-puisinya yang sudah tayang, klik banner di bawah ini:

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==