Puisi Minggu: Perjalanan Karya Kata Hujan

Puisi-puisi dalam kumpulan ini lahir dari pengalaman pribadi yaitu dari hati yang kadang
gundah, gelisah, dan tersesat dalam liku-liku hidup. Setiap bait adalah potongan perasaan
yang pernah aku rasakan, saat aku mencoba memahami langkah-langkah yang kadang salah
arah, pintu-pintu yang tampak terkunci, dan kereta yang seolah sudah pergi tanpa menunggu.

Namun di balik semua itu, ada kesadaran yang menenangkan: Allah selalu mengatur
segalanya. Dalam setiap sunyi, setiap kebingungan, setiap rasa takut atau kehilangan, ada
rahmat-Nya yang senantiasa merengkuh. Puisi-puisi ini adalah ungkapan kecil dari perjalanan
batin itu, sebagai pengingat bahwa meski hati gundah, ada cahaya yang selalu menunggu, dan
selalu ui tanpa henti.

Semoga saat membaca, kau merasakan kejujuran yang tulus, menemukan refleksi untuk
hatimu sendiri, dan di setiap bait, ada pengingat lembut bahwa kita tidak pernah benar-benar
sendiri.

Banyumas, September 2025

oOo

Kata Hujan
Tertingga
l

Hadirnya menyusup, tertiup angin malam
Bisik tanpa suara menggelitik telinga yang kemarin tuli
Membangkitkan tangis pilu hati yang sempat tertutup dusta
Ah, itu hatimu

Kemarin kau menemuinya, saat ayam tak lagi mematuk padi
Bahkan matahari tertawa di atas kepalamu sambil berkata:
“Rombongan lain sudah berangkat, Pak
Mungkin mereka hampir sampai di stasiun berikutnya.”
Tapi kau masih berpikir untuk menaiki kereta selanjutnya saja
Mengabaikan jadwal yang terpampang di papan kayu itu

Ia tak marah, tentu saja
Lihat, kini pun ia masih memberimu
Cahaya benderang di gelapnya malam
Oh, dan lihatlah hatimu yang perlahan mencair
Setelah ini, setidaknya, jangan ketinggalan kereta lagi

Banyumas, September 2025

oOo

Khuriyatul Jannah
Terkunci

“Aku sudah berjuang sekuat tenaga,”
Pikirmu, sambil mengibaskan tangan
Oh, tentu saja
Kau yang membuka semua pintu itu
Dengan tanganmu.

Sampai kau tiba di satu pintu tergembok
Kuncinya hilang
Kau mencoba membukanya dengan tanganmu
Tak bisa
Dengan kakimu
Tak bisa
Dengan kepalamu
Tak bisa

Hingga akhirnya cahaya perlahan mendekap
Di hatimu
Dan kau melihat pintu-pintu berjejer
Kuncinya terbang
Jatuh ke arahmu

Banyumas, September 2025

oOo

Kata Hujan
Terbelenggu

Kau tutup
Kau buka
Kau tutup
Kau buka lagi
Bayang-bayang itu kian banyak saja

Kau hitung
Kau kira
Tak ada habisnya
Hingga langkahmu tersesat tanpa arah

Kini kau menggenggam tiket kereta jam tiga
Menyusuri labirin sunyi
Tertunduk dalam sujud
Sampai setetes embun berbisik:

“Jangan terus kau buka-tutup pintu itu
Masuklah
Buku ini sudah tersusun sejak lama.”

Banyumas, September 2025

oOo

Kata Hujan
Terhenti

Kemarin kau jadi poros
Roda sibuk berputar di sekitarmu
Tapi tiba-tiba berhenti
Dan semua berpaling
Menjauh
Acuh.

Kau yang dulu berdiri tegak
Terlihat
Kini siapa peduli?
Roda itu tak lagi berputar

Kau tengadahkan kepalamu
Langit masih membentang di atas sana
Bahkan dalam kesunyian yang paling pekat
Ada yang tak pernah meninggalkanmu

Banyumas, September 2025

oOo

Kata Hujan
Tersadar

Kau menyusuri jalan
Tertatih
Tersandung
Tersungkur

Tapi di setiap jejak langkahmu
Di setiap peluh dan keringatmu
Ia merengkuhmu

Hingga nanti, tiba saatnya
Fajar menyibak tirai malam
Dan kau tersadar:
Ini semua karena dekapan kasih-Nya

Banyumas, September 2025

TENTANG PENULIS: Kata Hujan adalah seorang penulis yang bermimpi untuk membuat tulisan yang bisa
bermanfaat dan menginspirasi banyak orang. Saat ini sedang menimba ilmu di suatu Pondok
Pesantren di Banyumas. Hubungi lebih lanjut di Instagram @ka.tahujan.

PUISI MINGGU terbit setiap hari Minggu. Silakan mengirimkan 5 puisi tematik. Sertakan foto diri dan gambar atau foto ilustrasi untuk mempercantik puisi-puisinya. Tulis bio narasi dan pengantar singkat. Kirimkan ke email : gongtravelling@gmail.com. Ada uang pengganti pulsa Rp 300.000,- dari Denny JA Foundation. Sertakan nomor WA dan nomor rekening banknya. Jika ingin melihat puisi-puisinya yang sudah tayang, klik banner di bawah ini:

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==