Pulang ala Teater Rakat di Waibalun Larantuka

Sepasang suami istri yang merindukan anaknya Pulang. Namun si anak bukan tak ingin pulang tapi kecemasan, rasa putus asa dan kekecewaan menghantui pikirannya.

Tanah harapan tak lagi menjadi tanah harapan . Mampukah ia menerima kata-kata yang menjatuhkan. “Pulang” menjadi kata yang sulit untuk diucapkan.

Jovan Kleden sebagai sutradara mencoba meniupkan rasa optimisme pada pertunjukannya. Sesuatu yang mungkin bagi sebagian besar orang dianggap mustahil tapi ia mencoba memasukkannya sebagai solusi bagi persoalan kehidupan .

Ia menghadirkan tokoh dan menghidupkan serta meniupkan rasa optimisme, bahwa lewat kekuatan menulis khususnya puisi mampu menghidupkan keluarga. Serta istri yang baik percaya akan hal itu.

Sesuatu yang mungkin mustahil di kehidupan nyata, ia mencoba menghadirkannya pada pertunjukan malam itu.

Acara yang diakhiri dengan tarian Dolo-dolo, membawaku pada masa masa dimana aku jatuh cinta pada puisi.

Di atas motor menembus malam, bayang-bayang tentang sepasang suami istri yang percaya pada kekuatan tulisan dan puisi mengganggu pikiranku. Aku pulang, menuju rumah. Sudah pukul 23:14 WITA.

Di atas laut selat antara pulau Flores dan Adonara, bulan yang tak sempurna menggantung bebas dan awan-awan serta bintang-bintang menjauh, seolah membiarkan ia sendiri seperti pikiranku malam itu. (*)

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==