Rak Buku: Mushaf Al-Qur’an Tadabbur Maiyah Padhangmbulan, Al-Qur’an Tadabbur Pertama yang Kujumpai

Dari pengajian Padhangmbulan tersebut, lahirkan beberapa edisi tabloid, rekaman kaset pita, rekaman audio visual. Lantas di masa awal pandemi, saat semua aktivitas dibatasi, sehingga segala bentuk pengajian pun hanya bisa dilakukan secara virtual. Kakak beradik ini berinisiatif menyusun apa yang sudah disuguhkan di Padhangmbulan hingga lahirlah Mushaf Al-Qur’an Tadabbur Maiyah Padhangmbulan agar bisa membersamai jamaah yang ingin tetap belajar secara mandiri.

Kenapa tadabbur, bukan tafsir? Alasannya karena jamaah Maiyah heterogen dan sebagian besar awam ilmu-ilmu keagamaan maka yang diperlukan bukan kajian ilmiah melainkan kajian imaniah dan amaliah.

Dalam pengantarnya Cak Fuad salahsatu ahli bahasa Arab berasal dari Indonesia yang diakui di negara Arab ini, memberikan penjelasan 5 perbedaan mendasar mengenai tafsir dan tadabbur.

Pertama, tafsir menjelaskan makna atau maksud ayat, tadabbur menangkap inti pesan ayat, menghayati dan mengamalkannya.

Kedua, tujuan penafsir memahami makna ayat, sedangkan tujuan pentadabbur mengambil manfaat dari ayat sebagai pelajaran dan penguat iman.

Ketiga, tafsir diperintahkan kepada orang-orang yang memiliki kemampuan sesuai dengan kebutuhan, tadabbur diperintahkan kepada semua orang agar mengambil pelajaran dari Al-Qur’an.

Keempat, untuk melakukan penafsiran harus dipenuhi syarat-syarat penguasaan berbagai ilmu disamping syarat yang berkaitan dengan akidah dan akhlak, untuk melakukan tadabbur tidak banyak syarat, kecuali pemahaman umum terhadap makna ayat, niat yang benar, dan kesungguhan menemukan petunjuk.

Kelima, tafsir menjadi kewajiban ulama sesuai bidangnya, tadabbur menjadi kewajiban setiap mukmin.

Teks tadabbur di mushaf ini dibagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama kolaborasi antara Cak Fuad dan Cak Nun, sedangkan dibagian kedua hanya Cak Nun sendiri. Kita ambil contoh misalnya judul judul khas yang dibuat Cak Nun; Alamat Manusia di Semoga dan Mudah-mudahan (hal.75), Lillahi Ta’ala, Titik (hal.92), Merintis dan Belajar Masuk Neraka (hal.146). Meski hanya beberapa ayat pilihan yang ditadabburi, ini menjadi stimulus buat saya pribadi untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an dan berupaya mengamalkannya.

Mushaf Al-Qur’an Tadabbur Maiyah Padhangmbulan ini cocok buat orang awam seperti saya, ini merupakan Mushaf Al-Qur’an Tadabbur pertama yang kujumpai di Indonesia ditengah menjamurnya tafsir dan terjemahan. Bagaimana Anda pun tertarik memiliki atau penasaran ingin mengetahui bagaimana isinya, Silakan hubungi terusberjalan.id selama persediaan masih ada. *

RAK BUKU: Rak Buku adalah resensi buku. Upayakan tulisannya membangun suasana lokasi membaca, personal literatur. Boleh juga menulis seperti catatan perjalanan. Panjang tulisan 500 hingga 700 karakter. Honor Rp. 100 ribu. Terbit setiap hari Jum’at, 2 mingguan bergiliran dengan resensi film di Layar Bioskop. Sertakan foto diri, bio narasi singkat, identitas buku, nomor WA dan rekening bank, beberapa foto cover buku, juga penulisnya sedang membaca bukunya. Kirim ke email gongtravelling@gmail.com dengan subjek: Rak Buku.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==