Rak Buku: Orang Pertama Tunggal Haruki Murakami itu Kumcer atau Autobiografi?

Ada alasan mengapa saya merasa ragu membuat kategori itu. Cerita-cerita dalam kumcer ini—kita sebut saja demikian karena secara bentuk, itulah yang tampak—terasa seperti kisah hidup Murakami sendiri. Susah untuk memisahkan suara “Aku” (narator) dan “Aku” (pengarang). Apalagi semua kisah dalam kumcer ini diceritakan lewat sudut pandang orang pertama tunggal. Apalagi karakter Aku dalam kumcer ini sesuai dengan karakter Murakami. Kesukaannya pun sama. Apa-apa yang disukai Aku adalah apa-apa yang disukai Murakami: sastra, musik (jazz), baseball, dan buku.

Orang Pertama Tunggal, karya Haruki Murakami, adalah sebuah buku yang mengundang pembaca untuk menjelajahi dunia yang memikat, misterius, dan filosofis. 

Mari kita ulas satu-satu.

Ada delapan cerpen dalam kumpulan ini, dan kedelapannya berbicara nyaris hal yang sama: kenangan! Strategi yang digunakan dalam bercerita pun hampir selalu sama, tokoh Aku berusaha mengingat-ingat sosok-sosok yang pernah ditemuinya di masa lalu. Dalam kesamaran ingatannya Aku kesusahan mengingat sosok itu, hanya detil-detil kecil yang diingatnya.

Misalnya pada cerpen Di Bantal Batu (1-17), Aku tidak bisa mengingat nama dan wajah wanita yang pernah ditidurinya. Yang paling diingatnya dari wanita itu justru adalah bait-bait tanka yang ditulis si wanita. Kesulitan Aku mengingat sosok perempuan yang pernah ditidurinya menyiratkan Aku adalah seorang lelaki tua yang sedang mengenang masa lalunya.

Kesulitan Aku mengingat juga muncul dalam cerpen Krim (17-37). Cerpen ini berkisah tentang usaha Aku mengingat sosok gadis temannya kursus piano dulu. Gadis ini mengundangnya untuk datang ke suatu acara—yang juga tidak bisa ia ingat acara apa—hingga ia mengalami peristiwa ganjil.

Dalam cerpen With the Beatles (53-93), Aku lebih terang-terangan lagi mengaku dirinya adalah lelaki tua seperti Murakami yang kini adalah lelaki tua. Dalam pembuka cerpen ini Aku berkata, “Saat sudah tua, aku merasa aneh bukan karena aku sudah tua. Bukan karena aku yang pernah bocah entah sejak kapan mencapai umur yang disebut lanjut usia.”

Apa yang muncul dalam kumpulan cerita ini benar-benar membuat saya tidak bisa tidak melihat sosok Aku sebagai sosok Murakami sendiri.

Tokoh Aku dalam cerpen ini adalah seorang pengarang dengan karakteristik yang susah dilepaskan dari karakteristik Murakami. Jika kita bisa melakukan kategorisasi terhadap narator dari ketiga cerpen di atas adalah: lelaki tua, penyuka sastra, penyuka musik, dan (kemungkinan) pengarang. Tidakkah ini terasa sangat Murakami?

Jika itu belum cukup, ada satu cerpen yang benar-benar mengaburkan batas antara fakta dan fiksi, mengaburkan batas antara kumpulan cerpen dan autobiografi; cerpen itu berjudul Kumpulan Puisi Yakult Swallow (93-113). Dalam cerpen ini, Aku adalah seorang pecinta baseball. Murakami, dalam memoarnya What I Talk When I Talk About Running, mengaku suka baseball, seperti juga pengakuannya di pelbagai wawancara. Bahkan, jika itu tidak cukup, Aku secara terang-terangan menyebut dirinya adalah Haruki Murakami.

Seandainya di dekat tangan Anda para pembaca sedang tersedia semacam daftar alur sejarah, tolong tambahkan dengan huruf kecil di salah satu sudut, begini bunyinya: “Tahun 1968, Haruki Murakami menjadi fan Sankei Atoms” (hal. 97).

Bagian ini membuat saya kesulitan untuk menebak apakah ini autobiografi yang meminjam bentuk cerpen, atau malah cerpen yang meminjam bentuk autobiografi. Keduanya bisa benar, bisa juga salah. Tapi salah satu di antara keduanya pasti benar.

Dalam cerpen ini secara terang-terangan pula Aku mengakui dirinya pernah menulis puisi bahkan sampai membukukannya. Puisi-puisi itu seputar klub baseball favoritnya. Ada nada sinis yang saya tangkap dari tokoh Aku dalam cerpen ini.

Tokoh Aku dalam cerpen ini adalah seorang pengarang dengan karakteristik yang susah dilepaskan dari karakteristik Murakami.

Apakah ini layak disebut puisi? Aku kurang tahu. Apabila ini disebut puisi, para penyair sejati pasti marah. Barangkali mereka ingin menangkap dan menggantungku di tiang listrik terdekat….. Dan aku mengumpulkan semua catatan itu dan memutuskan menerbitkannya sebagai Kumpulan Puisi Yakult Swallows. Andai para penyair ingin marah, silahkan marah sepuasnya (hal. 101).

Kesinisan model begini juga sering kita dengar dari Murakami, baik secara langsung dalam wawancara maupun dalam cerita-cerita yang ditulisnya. Murakami sering dianggap tidak menulis sastra yang serius oleh sastrawan dan para kritikus. Dia tidak peduli dengan semua itu; jika dianggap demikian, biar saja demikian, ungkapnya. Yang dipedulikan Murakami hanyalah pembacanya. Dan dalam bagian yang saya kutip di atas, lagi-lagi dia menunjukkan sisi sinis dan masa bodohnya pada label dan kategorisasi yang dibuat sastrawan maupun kritikus.

Apa yang muncul dalam kumpulan cerita ini benar-benar membuat saya tidak bisa tidak melihat sosok Aku sebagai sosok Murakami sendiri. Upaya membaurkan yang fakta dan yang fiksi, teknik menulis cerpen yang seperti autobiografi, dan isi cerita-cerita yang sangat relevan dengan cara pandang dan apa yang sering dibicarakan Murakami di banyak kesempatan, mau tidak mau, membuat saya menganggap buku ini sebagai autobiografi pengarangnya yang ditulis dalam bentuk cerita pendek. Jika ada cerpen yang terlepas dari kesan itu mungkin hanya cerpen Charlie Parker Plays Bossa Nova (37-53) dan Pengakuan Monyet Shinagawa (131-167). Lain dari itu adalah cerita-cerita yang ditulis oleh Murakami, tentang Murakami, untuk para penggemar Murakami. (*)

Judul Buku : Orang Pertama Tunggal
Penulis : Haruki Murakami
Penerjemah : Ribeka Oka
Penerbit : Penerbit KPG
Tahun Terbit : Maret 2023
Tebal : 13,5×20 cm, 180 halaman

*) Aliurridha, Penulis; Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Mataram.

RAK BUKU mulai Mei 2024 tayang satu minggu sekali, setiap hari Rabu. Rak Buku adalah resensi buku. Upayakan tulisannya membangun suasana lokasi membaca, personal literatur. Boleh juga menulis seperti catatan perjalanan. Panjang tulisan 500 hingga 700 kata. Honor Rp100 ribu. Sertakan foto diri, bio narasi singkat, identitas buku, nomor WA, rekening bank, foto-foto cover buku,  penulisnya sedang membaca bukunya. Kirim ke email golagongkreatif@gmail.com dan gongtravelling@gmail.com dengan subjek: Rak Buku.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==