Gong menulis ini dengan segala macam perasaan beraduk jadi satu. Dia mengetik memakai laptop Andi, lelaki yang menikahi adik perempuannya, sambil berdiri di rumah sakit, di sebuah ruangan paviliun bernama Arafah, kamar 6, RSUD Serang. Dia sedang menunggui ayahnya yang sakit keras. Ruangan ini termasuk mewah untuk ukuran rumah sakit di Serang. Tarifnya sehari mencapai Rp. 700.000,-, plus obat dan dokter. Untung ayahnya memiliki kartu askes, sehingga mendapat potongan.

Sambil mengetik, sesekali Gong melihat ke Bapak, yang berbaring tak berdaya. Sejak Jumat, 7 Desember 2007, Bapak terbaring. Di hari pertama, Bapak masih sempat bercanda dengan terbata-bata, “Kontrak di rumah sakit hanya lima hari.” Dan pada 17 Desember 2007, ayah Gong berpulang.




