Refleksi dari Menari di Atas Air

Tidak sedikit loh yang dikritik. Judulnya memang seperti roman picisan, tapi saat kita mau menyelaminya, kau akan mendapatkan kecerdasan dan kepekaan. Bukankah kedua hal itu yang paling berharga saat kita menjadi manusia? 

Nah, aku ingin menyampaikan pelajaran-pelajaran yang kudapat saat membaca buku ini. Tidak terlalu panjang kok. Langsung intinya aja. Iya, review buku kali ini tujuannya adalah agar kalian penasaran dan sedikit tahu pelajarannya. Hehe. 

Cerpen pertama: menetapkan seseorang menjadi ‘tahanan’ haruslah dengan bukti-bukti yang jelas. Bukan hanya ‘kemarahan’ untuk segera diluapkan. 

Cerpen kedua: Seharusnya rasa cinta menjadi prioritas lebih tinggi dibandingkan harta. Lebih2 saat mengetahui bahwa yang memiliki harta itu kelakuannya tidak baik. Tinggalkan. Masih banyak pasangan yang lebih baik. 

Cerpen ketiga: Sepahit apapun kehidupan yang sedang kita jalani, akan selalu ada kado terindah bagi mereka yang berusaha untuk tetap melanjutkan hidupnya. Bukankah dlm setiap buku selalu ada cerita sedih dan bahagia? 

Cerpen keempat: Berilah perhatian kepada orang-orang yang kurang beruntung di sekitarmu. Jangan sampai cinta mati dalam dirimu dan orang-orang yang kurang beruntung itu. 

Cerpen kelima: Tidak melulu orang yang kamu cintai, bisa kamu miliki. Lebih2 perangaimu yang masih tidak baik. Dan juga kendalikan dirimu saat orang yang kamu cintai itu memilih orang lain. 

Cerpen keenam: Idealisme harus diiringi dengan keberanian. Keberanian untuk mengambil keputusan-keputusan penting. Milikilah. 

Cerpen ketujuh: Kurangi pemikiran cepat dalam mengambil sebuah kesimpulan atas sesuatu yang masih abu-abu dalam bermasyarakat. Dengan mencari penjelasan-penjelasan, maka opini-opini itu akan jelas dan terang. 

Cerpen kedelapan: saat kamu memiliki rasa cinta kepada seseorang, ungkapkanlah! Lebih2 saat kamu merasa bahwa dialah orang yang akan menjadi pendamping hidupmu! Hehe~

Cerpen kesembilan: Jika belum bisa membahagiakan kedua orang tua, janganlan menyusahkan mereka. Orang tua nih, saat kamu bersamanya, mereka juga sudah bahagia kok. Jangan menyakitinya ya. 

Cerpen kesepuluh: Pikirkan kembali saat kau ingin menjual sesuatu yang masih bisa membuatmu produktif. Pikirkanlah. 

Ahhh~ itulah pelajaran-pelajaran singkat yang ku dapat dari salah satu karya sastra penulis kelahiran Palembang ini. Menyenangkan sekali membacanya. 

Jika terlintas dalam kepalamu, apa buku yang paling baik? Akan ku jawab, menurutku, buku yang paling baik adalah buku-buku yang kamu baca. 

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==