Oleh: Zaeni Boli
Mengawali tahun, biasanya muncul harapan-harapan yang indah. Namun, sering kali harapan tersebut kandas seiring waktu berjalan. Hal ini tak dapat dipungkiri, karena kenyataan sering kali tak seindah impian. Namun, sebagai insan yang kreatif, kita tidak boleh menyerah pada keadaan.
Seperti harapan seorang ibu yang ingin memiliki lemari es di rumahnya. Ia hanya ingin sekadar bisa menyimpan sayur atau ikan, agar bisa stok untuk kebutuhan selama seminggu. Namun, apalah daya, rezeki sang suami belum sampai. Begitulah harapan yang belum sempat terealisasi.
Meski demikian, semangat tak boleh lekas padam. Akan ada harapan-harapan lain yang mungkin menyala tahun ini—seperti kabar gembira seorang siswa yang lolos seleksi untuk mengikuti kegiatan temu pemimpin muda di Malaysia. Hal yang mungkin dianggap mustahil, tapi dengan doa dan ikhtiar, sesuatu yang sulit sekalipun bisa saja terjadi.
Resolusi boleh terus digaungkan, meski tak mesti terwujud dalam tahun ini. Namun, ia telah menjadi doa yang semoga menembus langit, menemui Sang Pencipta. Jika mimpi itu layak, bukan tidak mungkin ia akan terwujud.
Apapun mimpi kita, ekspektasi harus sejalan dengan semangat juang. Jangan sampai usaha hanya setengah-setengah, tapi harapan melambung terlalu tinggi. Hal semacam itu tentu layak dipertanyakan dan digugat.
Sebagai manusia yang ingin terus maju, sesekali kita bisa belajar dari para tokoh yang berani berjuang demi cita-cita mereka. Dalam setiap perjuangan mereka, kita juga kerap melihat kegagalan yang datang menghampiri. Namun, yang patut kita teladani adalah sikap mereka yang enggan menyerah pada keadaan.


