Hangatnya Berbagi Kisah di Dalam Sebuah Toko Buku

Buku ini memiliki 40 bab dengan topik pembahasan yang berbeda-beda setiap babnya namun masih memiliki hubungan antara satu bab ke bab lainnya. Percayalah bahwa setiap bab di dalam buku ini ada memberikan sensasi kehangatan kata-kata yang akan dirasakan oleh setiap pembaca. Kehangatan dalam buku ini dibungkus dengan suatu kisah singkat untuk setiap karakternya. Ada sekitar enam karakter yang sering muncul dalam cerita ini namun di buku ini didominasi oleh tiga karakter utama, yaitu si pemilik toko, si barista café, dan si pemilik pabrik kopi.

Cerita buku ini diawali dengan kisah mengenai si pemilik toko buku, Yeongju. Singkatnya, diceritakan mengenai alasan mengapa si pemilik buku ini memutuskan untuk membuka toko buku ketika berhenti dari pekerjaan lamanya. Alasan Yeongju membuka toko buku karena dia ingin merasakan kembali kebahagian yang sama seperti saat dia berada dijenjang tingkat menengah sekolah.

Di masa itu, dia memiliki kesenangan yang amat tinggi untuk membaca buku-buku setiap harinya hingga ibunya meneriaki Yeongju untuk berhenti membaca buku. Selain itu, alasan lain Yeongju membuka toko buku adalah keinginannya untuk menjadikan toko buku sebagai tempat orang-orang untuk merehatkan diri dari segala bentuk kekacauan dihidupnya.

Selanjutnya, kisah seorang barista café yang bekerja di toko buku itu. Pada awalnya, toko buku itu tidak memiliki banyak pelanggan atau hanya beberapa orang saja yang mampir ke dalam untuk membaca buku, tetapi si pemilik toko buku memiliki suatu ide bagaimana jika dia membuka sebuah café sebagai salah satu alasan orang-orang untuk berkunjung di tokonya. Hal ini dilakukan untuk menghindari gulung tikar terhadap toko bukunya yang dibuka di perkotaan kecil di dalam gang di daerah Hyunam-Dong.

Saat dibuka lowongan kerja sebagai barista untuk cafenya, datanglah seorang pria berumur dua puluh tahunan yang terlihat baru lulus kuliah. Pria itu bernama Minjun, seorang pria yang baru saja lulus dari salah satu universitas ternama di Korea Selatan dengan jurusan ternama juga. Akan tetapi, setelah dia lulus, kenyataan pahit dihadapinya.

Dia mengira bahwa lulus dari kampus ternama dengan jurusan ternama merupakan jaminan menjadi orang sukses setelahnya, ternyata tidak demikian. Dia menganggur cukup lama pasca lulus dikarenakan dia selalu gagal dalam tahapan masuk kerja, entah pada saat seleksi berkas ataupun wawancara. Oleh karena itu, adanya pengumuman tentang lowongan pekerjaan sebagai barista cafe membuat Minjun tidak membuang kesempatan untuk mengambilnya.

Selanjutnya merupakan kisah si pemilik pabrik kopi, yaitu Jimi. Jimi adalah seorang wanita yang memiliki kegemaran akan aroma kopi di hidupnya. Setiap hari, ada saja aroma kopi menyeruak di hidungnya. Inilah sebabnya dia membuka pabrik kopi. Jimi memiliki hubungan yang baik dengan Yeongju, si pemilik toko buku dan café.

Jimi selalu mensuplai kebutuhan kopi untuk café Yeongju setiap harinya. Karena hal ini juga Jimi mengenal Minjun yang sama-sama memiliki ketertarikan akan kopi. Pada saat Jimi memiliki waktu luang, Jimi akan mengajarkan kepada Minjun bagaimana mengolah serta meracik kopi untuk menghasilkan aroma terbaik bagi dirinya atau penikmat lain.

Kisah-kisah yang ditulis ini hanyalah sebagian kecil dari kisah para karakter yang ada di buku ini. Masih banyak lagi kisah menarik lainnya di dalam buku ini. Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kisah perjalanan mereka silakan baca bukunya.

Judul : Welcome to the Hyunam-Dong Bookshop
Buku asal : Korea Selatan
Penulis : Hwang Bo-Reum
Jumlah Halaman : 249
Publikasi : Bloomsbury
Penerjemah : Shana Tan
Tahun terbit : 2023
Selesai membaca :15 Agustus 2024

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==