Saat Pandemi Menyapa Cinta

Ke-25 penulis itu adalah: Arzak Jime, Dio Agung Pratama, Yatty Jumiati Rahayu, Agus Helfy Rahman, Eny Siswanti, Halimatussa’diyah, Farhan Syakur, Iqbal Maulana, Ghalib Anugrah, Cookies 11, Meliana, Nur Khalifah, Jeni Indri, Rita Audriyanti, Siti Widanastuti, Sari Hutabarat, Tati Nurul, The Istorini, Yanti Lisnawati, Yuli S Mutia, Cicih M Rubii, Laveta Pamela Rianas, Lintang Nawangsari, dan Miladiyah.

25 penulis tergabung di antologi ini.

“Untuk penulis pemula, saya rasa cerpnenya lumayan,” puji Tias. “Mereka mendokumentasikan pandemi Covid-19 ini dengan visinya masing-masing, sehingga antologi cerpen ini jadi berwarna.”

Cerpen-cerpennya beragam tokohnya. Mulai dari cerpen “Lindap” tentang pengurus jenazah yang mengabdi tetapi berhadapan dengan keluarga yang menginginkan saudaranya yang meninggal dikuburkan di rumah dengan cara agama. Ini sesuai dengan kondisi masyarakat sekarang, yang masih belum percaya dengan adanya pandemi Covid-19.

“Sepulang Sekolah” menceritakan para pelajar sekolah lagi tetapi beberapa temannya sudah meninggal, . Ada cerpen menarik brejudul “Mengapa Takut”, tentang orang kota yang pulang kampung tapi ditolak warga dan tinggal di pos ronda. Point ov viewnya dari si penjual counter pulsa HP.

Cerpen “Cemburu” mengisahkan sebuah rumah tangga yang hancur terdampak Covid-19! Sulaeman sebagai suami dan ayah 2 anak hancur hatinya, ketika istrinya memilih pulang kampung bersama kedua anaknya. Hari-harinya jdai sepi tanpa kedua anaknya.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

3 Komentar

  1. Masyaallah Kereeen. Emang kelas menulis cerpen Gol A Gong selalu menginsirasi. Barokah buat semua

  2. Subhaanallaah! Rasanya, korona ini bukan apa-apa bagi saya tatkala kehadirannya malah menjadi sumber inspirasi karya-karya.

    Namun, faktanya korona ya korona. Pageblug karenanya merugikan seluruh umat manusia. Namun, berkarya di tengah pageblug melanda, itu memberikan dimensi perasaan yang lain.

  3. Uuwuuu … banget bisa menyesap ilmu di kelasnya Master Gol A Gong.
    Masyaallah.

    Corona dihindari, dibenci tapi dipuji, serta disyukuri karenanya banyak terlahir ide yang dituangkan ke dalam berbagai karya, salah satunya “Saat Pandemi Menyapa Cinta”

    Tetap jaga stamina buat lawan corona.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==