Kapal ferry merapat di pelabuhan Balohan. Untuk mencapai kota Sabang bisa naik angkutan, becak motor, atau menyewa mobil sekelas Avanza atau Xenia – sewa Rp. 250 ribu per 24 jam.

Nol kilometer itu bagi saya seperti identitas bangsa. Pada kunjungan pertama monumennya biasa saja, tapi sekarang sudah berbeda. Luar biasa. Enak untuk latar belakang saat difoto. Terasa wibawa sebuah bangsanya. Apalagi ini Aceh.

Di monumen nol kilometer ka bertemu dengan banyak komunitas dari Jawa. TErmasuk komunitas motor gede. Rudi sempat berfoto dengan motor gedenya.
Suatu saat, saya pasti kembali lagi ke Sabang.
Gol A Gong

