Ditemani Malika dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lumajang, dan Diana Key penulis Bilik Nulis, berkunjung ke Taman Bacaan Masyarakat Amaza yang dikelola oleh Bagus, di Gang Carik Maksum, Kelurahan Citrodiwangsan, Lumajang. Waktu menunjukkan pukul 15.00 WIB.

Lokasinya di pusat pertokoan kota Lumajang. Ada gang yang hanya cukup 1 motor. Persis di belakang pertokoan, TBM Amaza berada. Mobil si biru kami parkir di deretan pertokoan.
Bagus dan istrinya sangat senang menyambut kedatangan kami. Saya lihat teras rumah dan ruang tamu di jadikan “ruang publik”; rak-rak buku berjejer. Ketika saya jadi Ketua Umum PP Forum Taman Bacaan Masyarakat, saya mendapati kenyataan bahwa TBM itu berada di teras rumah, di ruang tamu, bahkan setengah privasinya diambil TBM.

Kadang saya berpikir, militansi para pengelola TBM ini di luar nalar kita. Tidak msuk akal. Tapi itulah kecintaan mereka terhadap buku. Dulu juga saya mengawali Rumah Dunia di garasi rumah, pindah ke teras rumah, terus ke halaman belakang, terpisah dari rumah induk. Saya sering menyarankan kepada seluruh pengelola TBM, agar merelokasi TBM-nya keluar dari rumah.

Kami berdiskusi tentang pengelolaan TBM dan kelembagaannya. TBM Amaza ini belum memiliki akta notaris sehingga tidak bisa mengakses dana stimulus dari pemerintah.
Tetap semangat
Gol A Gong



