Kami tiba di bandara Soekarno-Hatta pukul 01:00 WIB. Dua jam saya pergunakan untuk update tulisan di golagongkreatif.com. Di sela-sela itu saya berkenalan dengan snow boarder profesional dari Canada, Sammy Carlson. Dia mau ke Nias untuk surfing. Dia banyak memenangkan kehuaran X-Games di negaranya. Kami disuguhi film-filmnya di YouTube. Saya terpukau, X-treme Games!

Pesawat Lion Air tepat waktu. Terbang pukul 04:30 WIB. Penuh. Kami langsung tertidur pulas. Kami bangun ketika suara pilot dan pramugari memberi tahu: pesawat sebentar lagi akan mendarat. Persis pukul 08:00 WITA, kami menginjakkan kaki di bandara Makassar. Terakhir kali saya ke Makassar tahun 2019, Festival Literasi.

Saat mengambil bagasi, ruang kedatangan dipadati oleh orang-orang yang hendak berangkat umroh. Saya kagum juga dengan semangat spiritual masyarakat muslim Indonesia. Padahal sedang krisis ekonomi sepanjang pandemi Covid-19 dan harga BBM serta sembako melambung.

Yani – Ketua Forum TBM Kabupaten Sinjai menjemput bersama Fuad dan Uni. Kami langsung dibawa ke UPT Dinas Perpustakaan Sulawesi Selatan. Kami disambut Febi, Kasi, dan langsung dibawa sarapan coto Makassar di RM Sungguminasa, Makassar. *

“Selamat datang, Mas Gong!” Yani – Ketua PD Forum TBM sekaligus pendiri Rumah Dongeng menyalam saya.
Giliran saya menyalami Fuad yang bertugas menyetir dan Uni – relawan Komunitas Rumah Dongeng Sinjai juga. Dan Khadijah si kecil – puteri Yani.

Perjalanan masih panjang. Saya akan ada di Sinjai hingga 27 September 2022 dengan kegiatan yang padat. “Acara intinya Kemah Literasi,” Yani mengingatkan. “Tapi Celemek Ajaib Paman Gong akan beraksi di 2 PAUD/TK dan 1 SD,” tambahnya bersemangat. “Sekarang kita ke Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan!” Yani memberi komando.
Mobil Xenia yang dikendarai Fuad meluncur meninggalkan bandara.
Gol A Gong


