Safari Literasi Sinjai: Anak-anak TK Thoriqul Jannah Berebut Memegangi Tangan Kiri Gol A Gong

Anak-anak terus saja menyuarakan keheranannya. Saya senang. Justru yang paling repot adalah ketika saya menghadapi anak-anak yang takut dan menangis ketika melihat tangan saya hanya satu. Itu memang tidak banyak. Sekarang anak-anak lebih eksresif dan terbuka menyatakan perasaannya.

Kemudian, “”Tangannya hilang!”

Saya membalas mereka dengan senyuman, “Nanti Paman Gong cerita tangan Paman Gong, ya. Boleh nggak?”

“Boleh!” dijawab serempak.

Saya duduk dan mereka berebut memegangi tangan kiri saya. Ada yang mengelus-elus, mengusap-usap, dan memegangi saja. Saya tersenyum, tertawa, bergembira bersama mereka. Dengan cara begitu, kampanye saya tentang anti korupsi, budaya membaca, dan anti pelecehan seksual berjalan lancar.

“Kalau ngambil uang ayah dan ibu nggak bilang-bilang, namanya apa?” suara saya dikeraskan. Ini mengenalkan budaya anti korupsi sejak dini.

“Mencuri!” teriak mereka.

“Boleh nggak?”

“Nggak boleh!”

“Kalau ada om-om ngasih permen terus harus buka baju dan celana, mau nggak?” Ini adalah cara terbaik agar nanti mereka tidak diekploitasi oleh para pedofil.

“Nggak mau!”

Setelah itu, kami pun bernyanyi bersama-sama:

Permen loli cari mulut
Permen loli cari mulut
Siapa rajin baca buku
Hadiah permen loli untukmu

Nah, budaya membaca saya sisipkan di dalam lagu itu. Kemudian anak-anak saya minta berbaris. Ibu guru membantu. Satu persatu anak-anak mengambil hadiah dari dalam Celemek Ajaib Paman Gong. *

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==