Safari Literasi Sumatera #5: Duta Baca Indonesia Berbagi Tips Menulis Catatan Perjalanan di Kedai Kopi Basenko Lampung

Gong kemudian memberikan masukan pada Prayoga dan Umar bahwa yang mereka lakukan sudah baik, artinya jangan sampai seorang backpacker meminta-minta. “Kalian itu sudah bagus, jadi manfaatkan keahlian kalian. Waktu saya backpacker dulu, saya juga melakukan hal sama. Saya sparring partner kepada pemain raket lain. Dari sana saya kemudian dapat uang,” jelas Gong.

Selain itu, Gong juga memberi saran bahwa tulisan catatan perjalanan mereka harus dikirim ke penerbit besar seperti Gramedia dan lain-lain. “Jadi bukan saya mengatakan penerbit kecil itu tidak bagus, kalu diterbitkan ke penerbit besar, kalian bisa dapat honor dari sana. Dengan syarat bukunya bisa diterima,” ucap Gong.

Baik Prayoga dan Umar mengaku senang bisa berdiskusi dengan backpacker senior Gol A Gong. “Saya berterima kasih karena Mas Gong mau bertukar pikiran dengan kita, tentang cara penulisan dan membantu kita di backparker ini tidak hanya asal jalan, tapi ada rasa yang lain,” cerita Prayoga.

Sedangkan Umar mengaku dengan cerita petualangan dan nasehat dari Gol A Gong lebih menyemangatinya untuk terus ada di sini dan melanjutkan perjalanan kembali. “Masukan-masukan dari Mas Gong membuat saya makin termotivasi dan banyak ilmu yang kita dapat,” ujar Umar mengahiri obrolan.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==