Sarapan Kata 115: Sudah Makan Bismillah adalah peribahasa yang menggambarkan seseorang yang melakukan sesuatu tanpa mengikuti aturan atau tata cara yang semestinya. Dalam ajaran Islam, setiap pekerjaan sebaiknya diawali dengan mengucap “Bismillah”—sebagai bentuk niat dan permohonan keberkahan—dan diakhiri dengan “Alhamdulillah” sebagai ungkapan syukur.
Namun, peribahasa “Sudah Makan Bismillah” justru membalik logika tersebut. Ibarat orang yang langsung makan sambil mengucap “Bismillah” di tengah-tengah atau setelahnya, tanpa ada persiapan, tanpa adab, dan tanpa urutan yang tepat. Ini menjadi sindiran halus bagi mereka yang melangkah tergesa-gesa, asal-asalan, atau hanya sekadar mengikuti arus tanpa memahami makna dan prosedur yang benar.
Contoh Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-hari:
- Dalam dunia kerja: Seorang karyawan baru langsung mengerjakan proyek besar tanpa membaca panduan atau mengikuti briefing. Ketika proyeknya kacau, dia baru bertanya dan mencoba mencari tahu prosedurnya. Ini bisa disebut “sudah makan bismillah”—karena ia bertindak tanpa dasar yang jelas.
- Dalam pendidikan: Mahasiswa mengerjakan skripsi tanpa proposal, tanpa bimbingan, dan baru mencari dosen pembimbing saat sidang sudah dekat. Ini juga contoh “sudah makan bismillah”—melangkah tanpa mengikuti tahapan akademik yang semestinya.
- Dalam rumah tangga: Pasangan muda menikah tergesa-gesa hanya karena dorongan emosi atau tekanan orang tua, tanpa persiapan mental, finansial, atau perencanaan masa depan. Akhirnya mereka kebingungan menghadapi kehidupan rumah tangga. Lagi-lagi, ini bisa disebut “sudah makan bismillah”.

Peribahasa ini mengingatkan kita untuk bertindak dengan tertib, penuh pertimbangan, dan sesuai aturan, agar hasil yang dicapai membawa kebaikan dan keberkahan.
Tim GoKreaf/ChatGPT




