Saya Senang Berwisata ke Kuburan China

Di Serang-Banten, saat kecil, saya senang bermain di kuburan China. Buat saya asik sekali berada di kuburan China. Kadang suka menemukan makanan. Kuburan China itu ukurannya besar. Masyarakat China tradisional masih percaya kalau mati nanti akan berpindah ke dunia baru seperti juga saat hidup. Jadi keluarga yang ditinggalkan akan menguburkan segala harta yang bisa dibawa untuk menemani keluarga yang mati. Mulai dari pakaian, mainan, dan perhiasan. Bahkan menurut riwayat, kadang pembantunya juga dibunuh untk menemani majikannya yang mati. Itu sebabnya kuburan China ukurannya besar-besar.

Saat ke Pontianak pada Februari 2019, saya juga berkunjung ke kuburan China. Saya terpesona melihat gundukan kuburan China di Kompleks Pemakaman Yayasan Bhakti Suci, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.  Menurut teman dari Balai Bahasa Kalimantan Barat yang membawa saya berwisata kubur, “Masyarakat Tionghoa masih menjaga tradisi. Mereka berbakti kepada leluhur yang diwujudkan dalm bentuk dua kali dalam setahun melakukan tradisi sembahyang kubur. Pertama namanya ‘Ching Ming, pada awal April. Sembahyang kubur kedua  disebut Cung Yuan (Shi Ku), tanggal 1 sampai 15, selama dua minggu, bulan Agustus, bulan ke tujuh Imlek.” Seru juga. Saya belum pernah menghadiri perayaan ini. Harus diagendakan lain waktu.

Kuburan China terbesar se-Asia Tenggara, Pekuburan Sentosa atau Tjung Hoa Kung Mu Yen – Foto Paragram.id

Saat ke Pangkalpinang, saya mampir ke kuburan China, yang terbesar se-Asia Tenggara. Namanya  Pekuburan Sentosa atau Tjung Hoa Kung Mu Yen. Luasnya 19.945 meter persegi.  Lokasinya di Jalan Soekarno Hatta, jalan utama menuju Bandara dan Pangkalpinang.

KompasTravel menulis 6 fakta menarik tentang kuburan China. Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “6 Fakta Menarik Soal Makam Tionghoa yang Belum Anda Ketahui”, https://travel.kompas.com/read/2018/02/11/081021227/6-fakta-menarik-soal-makam-tionghoa-yang-belum-anda-ketahui?page=all. Penulis : Silvita Agmasari. Keenam fakta itu :

  1. Bentuk makam yang khas Makam Tionghoa biasanya dapat dengan mudah diketahui dari gaya arsitektur yang khas. Ciri lainnya memiliki gundukan tanah yang agak tinggi, berukuran besar, ada meja persembahan di depan nisan, ada tonggak Dewa Bumi sebagai penjaga di sebelah kiri makam, dan nisan yang disebut bongpai bertuliskan kanji China.
  2. Besarnya makam menentukan status Besar makam Tionghoa, biasanya mencerminkan status yang dimakamkan. Semakin besar makam, semakin tinggi status yang dimakamkan.
  3. Konsep kematian juga mempengaruhi besarnya makam Masyarakat China tradisional memiliki konsep kematian tersendiri. Orang China tradisional percaya orang meninggal akan berpindah tempat ke dunia lain. Dunia tersebut mirip dengan dunia hidup sebagai manusia. Jadi saat dimakamkan jenazah orang China tradisional akan mengenakan pakaian terbaik dan semua barang kesukaan semasa hidup ikut dikuburkan.
  4. Nisan di makam juga menentukan status Zaman dulu makam-makam China bongpainya (nisan) terbuat dari kayu untuk orang-orang yang tidak mampu. Namun untuk makam makam pejabat dan orang kaya, biasanya menggunakan bongpai batu dan berukir aneka simbol religi di makamnya. Ragam hiasan di bongpai diambil dari aneka motif, gambar yang berkaitan dengan kisah dewa-dewa, simbol-simbol keberuntungan, kesejahteraan, bakti dan hal-hal baik.
  5. Tradisi ziarah makam justru setelah Imlek Mengunjungi makam menjelang Imlek tidak menjadi suatu kewajiban bagi masyarakat China. Sembahyang di makam ada waktu khususnya yaitu ketika masa Ceng Beng (qing ming). Membersihkan kuburan dan berdoa untuk leluhur. Saat momen Ceng Beng sanak saudara kerabat mudik untuk membersihkan makam orangtua atau leluhur.
  6. Tidak melulu dimakamkan Tidak semua jenazah orang China dimakamkan, alternatif lain adalah kremasi. Biasanya dilakukan sesuai permintaan sebelum meninggal. Untuk itu ada rumah abu, tempat menaruh abu jenazah dan tetap didoakan saat momen Ceng Beng.

Tapi sejak 1980-an, kuburan China di kotaku – Serang-Banten, hilang berganti perumahan dan perkantoran. Sejarah kotaku sebagian hilang. Bagaimana di kota Anda? Di Pontianak, saya sempat piknik ke kuburan China yang kolosal. Sekali lagi, saya senang berwisata ke kuburan China. *

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==