Sekolah Lapang Kearifan Lokal di Flores Timur

Dalam kesempatannya memberikan sambutan dan ucapan selamat datang kepada team SLKL, Petrus Payon Kuma selaku Kepala Desa menyampaikan ucapan terimakasih karena telah melakukan kegiatan di desa yang ia pimpin. Beliau juga menyampaikan bahwa semoga ada hal-hal baik. Pengalaman-pengalaman yang dimiliki oleh tim yang bisa dibagikan kepada Pemdes untuk pemajuan Budaya yang ada di Desa Bunga lawan.

“Saya atas nama masyarakat Desa Bunga lawan mengucapkan limpa terimakasih atas kunjungan tim SLKL yang melakukan kegiatan di Desa Kami. Sejak awal koordinasi via telpon, saya sangat mendukung kegiatan SLKL ini. Semoga dengan pengalaman yang dimiliki, team bisa berbagi dengan kami demi pengembangan budaya di desa kami,” ucap Petrus Payon Kuma.

Di kesempatan yang sama, Damianus Beda Tuanaen berkisah, “Kegiatan ini baik untuk generasi saat ini karena budaya lokal bukan menjadi hal yang penting bagi mereka. Banyak yang telah hilang. Baik sastra lisan, kebiasaan-kebiasaan meniti jagung, dll. Ketika saya berbicara tentang budaya lokal di SD Bunga lawan, miris sekali. Anak-anak tidak ada yang tahu ketika saya bertanya tentang kewik, tembikar atau biasa dikenal dengan priuk tanah.”

Hal senada disampaikan oleh Vitus Pehan, bahwa ada banyak hal yang sudah tergerus akibat modernisasi. Segala yang berbau budaya yang seharusnya kita jaga kini seperti sangat jauh dari kita.

“Kita bisa hidup karena koda. Kita mati juga karena koda. Itu Prinsip dasar orang Lamaholot yang kemudian menjadi penentuan bagaimana kita bersikap,” kata Vitus.

Vitus juga menyinggung, bahwa sebagai orang Lamaholot ini hidup dalam budaya yang kuat. Namun karena modernisasi, budaya asli mulai tergerus dan terancam punah. Mulai dari pengetahuan tradisional, pangan lokal, manuskrip, tradisi lisan, teknologi tradisional, olahraga tradisional, permainan rakyat, seni, Ritus, dll. Ada banyak yang telah hilang.

“Tapi kita bersyukur bahwa Flores Timur mendapatkan perhatian yang sangat baik oleh KMA untuk melaksanakan SLKL sebagai wadah bagi orang muda untuk menemu kenali budayanya dan diharapkan agar mereka mampu menjaga, merawat dan memelihara budaya dengan baik,”ungkapnya.

Di puncak sambutan, perwakilan KMA Rosalina Zweidhika menyampaikan, “Saya ucapkan lipah terima kasih kepada Pemdes Bunga lawan karena mau memfasilitasi tempat pertemuan kami dengan para calon Pandu Budaya Flores Timur khusus daratan Adonara.”

Kegiatan SLKL ini adalah program dari KMA yang terlahir karena kegelisahan akan nasib masyarakat adat yang tak menentu. Isu atau fokus perhatiannya adalah ketahanan pangan lokal. Melihat mulai menanjaknya harga beras, muncul kekhawatiran bagi masyarakat pelosok yang mulai sulit membeli beras.

Kegiatan SLKL ini sebagai wadah penyadaran bagi masyarakat adat akan penting nya mengenali pangan lokal yang masih ada dan yang terancam punah. Tentang bagaimana cara memperoleh, mengelola dan mengkonsumsinya. Secara kesehatan, justru pangan lokal adalah makanan dengan nutrisi terkaya yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Dan ini yang mulai terkikis di kalangan masyarakat adat terkhusus nya kaulah muda.

“Kehadiran kami di desa ini juga mau menyampaikan bahwa ada satu calon Pandu Budaya Flores Timur yang datang dari desa ini. Maka kami mohon bantuan Pemdes juga Empu budaya untuk membantunya dalam proses temu kenali 10 OPK yang ada di desa Bunga lawan ini,” ucap Rosalina.

Sebagus apapun program yang dirancang dan sebaik apapun perhatian pemerintah terhadap masyarakat adat, apabila tidak mendapat kan dukungan dari Pemdes juga pihak-pihak terkait dan minat orang muda sendiri maka seperti menelan vitamin namun terasa tawar dan dimuntahkan begitu saja.

*) Adonara, 15 Mei 2024, Maria Natalia Ana Yusti, Guru BK di SMAK Santo Fransiskus Asisi Larantuka – Flores Timur – NTT.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==