Sendirian di Rumah yang Abadi

Dari cerita yang disampaikan oleh mas Gong, saya langsung teringat kisah yang disampaikan guru ngaji SMP dahulu, yaitu kisah tentang Khalifah Ustman bin Affan. Saat itu Khalifah Utsman melewati suatu kuburan. Beliau berhenti sejenak, merenung, dan menangis hingga air mata membasahi pipinya dan itu selalu terjadi ketika sang Khalifah itu melawati kuburan.

Di suatu waktu, ada sahabat lain yang melihat kelakuan Ustman itu. Sahabat itu bertanya,”Wahai Ustman, mengapa Anda menangis, hanya karena melihat kuburan? Sementara ketika Anda berbicara tentang surga, neraka, dan adzab neraka anda tidak menangis?”.

Sambil menengok kepada sang sahabat, Khalifah Ustman berkata,”Kuburan adalah tempat tinggal pertama dari akhirat. Tempat tinggal terakhir dari dunia. Barangsiapa selamat dari adzab kubur, nasib selanjutnya akan lebih ringan. Jika tidak selamat dari adzab kubur, maka lanjutannya akan lebih keras dan berat”.

Setelahnya Ustman melanjutkan, “Kelak, ketika hari Kiamat tiba, aku masih bersama banyak manusia. Sekiranya diriku berada di neraka, maka diriku masih ditemani oleh banyak manusia. Tetapi di alam kubur, sebagaimana kuburan yang ada di hadapan kita saat ini, aku berada sendirian, hal inilah yang membuat diri ini menangis”.

Bayangkan oleh Anda, kita sendirian di dalam kubur. Ditimbun diikat, dkafani, ditimbun tanah. Semoga kita semua kelak mendapak nikmat kubur. Maka berlomba-lombalah berbuat kebaikan.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==