Tentu, Kampung Inggris sangat luas sekali, dan cara terbaik untuk mengetahui seluk beluknya dibutuhkan transportasi—yang ramah lingkungan. Tidak sanggup rasanya kalau ditempuh dengan jalan kaki atau barangkali sepeda motor di saat BBM bersubsidi naik.

Selain itu, sepeda juga adalah tranportasi yang membuat tubuh bugar. Dan tentunya, juga irit di kantong pelajar. Maka hampir semua pelajar di Kampung Inggris bisa dipastikan menggunakan sepeda rental.

Di Kampung Inggris memang bukan hanya sepeda yang disewakan melainkan juga motor. Namun, perlu diketahui bersama bahwa rental motor sangar menguras kantong sekali. 3 jam saja sudah dihitung 35- ratusan ribu.
Berbeda jauh dengan sepeda. Kita hanya perlu mengeluarkan uang senilai 60 sampai 120 ribu dalam jangka sewa satu bulan dan syaratnya menunda KTP (semoga identitasnya tidak dicuri Bjorka).

Tentu, rental motor pun sangat diperlukan untuk hal-hal yang lebih penting. Misalnya, ke Kota Kediri tidak mungkin menggunakan sepeda. Sudah bisa dipastikan rental motor. Kalau pakai sepeda sangat melelahkan.

Biasanya, para siswa menggunakan sepedanya pada sore-malam hari dan juga hari weekend Sabtu-Minggu. Pagi sampai pukul 4.00 biasanya digunakan untuk belajar—juga tidak enak menggunakan sepeda pada siang bolong di Kampung Inggris, Pare. Panasnya poll.
Bagaimana sudah tahu harga dan kebiasaan siswa di Kampung Inggris yang selalu pakai sepeda? Tertarik ke sini? Silakan saya tunggu kabarnya. Dan nantikan informasi lainnya.*



