Seputar Banten: Ada 3 Penjual Nasi Uduk untuk Sarapan di Kampung Ciloang Kota Serang

Saya berdomisili di kampung Ciloang sejak 1998. Kamu tahu menu sarapan orang-orang kampung? Nasi uduk beserta gorengannya; kroket, bakwan, tahu gejrot atau tahu isi. Juga ada ketan, buras, nasi bakar. Semua jenis makanan itu disiram sambal pedas. Bisa kau bayangkan, betapa sedapnya sarapan seperti itu.

Di kampung Ciloang, sarapan dengan menu seperti itu sudah jadi tradisi. Ada 3 penjual nasi uduk setiap paginya. Semuanya laku. Belum lagi bibik yang berjualan keliling kampung dengan tampah di atas kepala, yang juga suka penetrasi langsung ke mess relawan Rumah Dunia.

Bik Sariyah yang persis bersebelahan dengan Rumah Dunia, paling lama berjualan. Saya lihat semakin besar saja warungnya. Saya sering sarapan di sini bersama para relawan Ruah Dunia. Nasi uduk, ketan, kroket, sayur tahu, diiram sambal, huuuh… Sedap!

Saya mengimbau, Kelurahan Sumur Pecung Kota Serang membina mereka. Terutama sarana fisiknya yang belum permanen. Merea setiap pagi jualan secara terbuka; dengan meja seadanya dan baskom-baskom, piring-gelas-sendok yang digelar di meja. Andai mereka dibuatkan warung permanen, mereka bisa lebih serius berjualan sepanjang hari, tidak sekadar menyiapkan menu sarapan pagi.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==